Minggu, 25 Oktober 2026
15:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Gerakan menjepit

Gerakan menjepit

Bagikan:
250px-Pincer.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah manuver gerakan menjepit dimana pasukan merah menjepit pasukan biru.

Dalam taktik militer, gerakan menjepit atau pengepungan ganda adalah unsur dasar dari taktik militer, yang telah digunakan hampir di seluruh peperangan. Kedua sayap dari musuh diserang secara serentak melalui gerakan menjepit, setelah pihak musuh telah bergerak maju ke barisan tengah dari pasukan. Pada saat yang bersamaan, lapisan kedua dari penjepit menyerang melalui sisi yang lebih jauh, untuk mencegah musuh memperkuat diri atau mengirimkan bala bantuan.

Sebagian besar pertempuran infanteri dalam skala apapun, didasarkan pada taktik ini. Taktik ini juga umum digunakan oleh pesawat tempur. Sesuai definisinya, gerakan menjepit mengharuskan pihak musuh menghadapi serangan dari depan, kedua sayap, dan dari belakang. Jika kedua sayap penjepit bertemu di barisan belakang musuh, maka musuh akan terkurung. Sebuah pasukan yang terkurung biasanya menyerah, dihancurkan, atau kadang-kadang berusaha menembus pengurungan tersebut. Kadang-kadang juga bala bantuan dari luar dapat menyerang pihak pengurung dan membuka jalan keluar bagi pasukan yang terkurung.

Gerakan menjepit yang dilakukan jenderal Kartage Hannibal dalam Pertempuran Cannae pada 216 SM dianggap oleh sejarawan militer sebagai salah satu manuver pertempuran terhebat dalam sejarah, dan merupakan kesuksesan pertama gerakan menjepit yang tercatat dalam sejarah[1] Variasi lain dari manuver ini juga sukses digunakan oleh Khalid bin Walid dalam Pertempuran Walaja melawan tentara Persia Sassania yang berjumlah lebih banyak pada tahun 633.[2]

Pertempuran terkenal yang melibatkan gerakan menjepit

Referensi

  1. ↑ "Appendix C" (PDF). The complete book of military science, abridged. Diarsipkan dari versi asli pada 2002-01-13. Diakses tanggal march 25.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |accessyear= diabaikan (|access-date= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. ↑ A.I. Akram (1970). The Sword of Allah: Khalid bin al-Waleed, His Life and Campaigns, Nat. Publishing House. Rawalpindi. ISBN 0-7101-0104-X.

Bacaan lanjutan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan