Jumat, 23 Oktober 2026
06:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Pengepungan Turin

Pengepungan Turin

Bagikan:
Pengepungan Turin
Bagian dari Perang Suksesi Spanyol
330px-Karl_von_Blaas_-_Die_Schlacht_bei_Turin_1706_-_2734_-_Kunsthistorisches_Museum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pertempuran Turin 1706
Karl von Blaas, 1864
Tanggal2 Juni – 7 September 1706
Lokasi
Hasil Kemenangan Monarki Habsburg, Kadipaten Savoia, Kerajaan Prusia, dan Kekaisaran Romawi Suci
Pihak yang terlibat
 Kadipaten Savoia
Kekaisaran Austria Monarki Habsburg
 Prusia
Kekaisaran Romawi Suci Kekaisaran Romawi Suci
 Kerajaan Prancis
 Spanyol
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Kekaisaran Romawi Suci Kekaisaran Austria Pangeran Eugene
Kekaisaran Romawi Suci Kekaisaran Austria Philipp von Daun
Kadipaten Savoia Vittorio Amedeo II
Prusia Pangeran Leopold
Kekaisaran Romawi SuciJohann dari Sachsen-Gotha
Kekaisaran Romawi SuciKarl Alexander, Adipati Württemberg
Kerajaan Prancis Philippe II d'Orléans
Kerajaan Prancis Louis de La Feuillade
Kerajaan Prancis Ferdinand de Marsin †
Kekuatan
36.000 total[1] 60.000 total[1]
Korban jiwa dan kerugian
Pengepungan: 4.600 total (termasuk penyakit)[1]
Operasi bantuan: 3.500–4.800 tewas dan terluka[2]
Pengepungan: 10.000 total (termasuk penyakit)[3]
Operasi bantuan: 7.000[4]–9.000[2]

Pengepungan Turin terjadi pada bulan Juli-September 1706 yang merupakan bagian dari Perang Suksesi Spanyol. Dua tentara lapangan Prancis menyeberangi Pegunungan Alpen, satu dipimpin oleh Marshal Louis de la Feuillade bertugas untuk mengepung ibu kota Kadipaten Savoia, dan satunya lagi dipimpin oleh Louis Joseph, Adipati Vendôme bertugas untuk menghadang pasukan bantuan dari Kekaisaran. Prancis berencana memaksa Kadipaten Savoia untuk berdamai dan keluar dari koalisi. Pangeran Eugene, komandan pasukan Kekaisaran Romawi Suci, berhasil melewati blokade pasukan Prancis dan pasukan gabungan Kekaisaran-Kadipaten Savoia berhasil mengusir Prancis dari teater Italia Utara. Ekspedisi Pangeran Eugene dalam kampanye ini sering disebut sebagai kampanye paling brilian dalam perang ini.[5]

Latar belakang

250px-Juan_de_Miranda_Carreno_002.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Carlos II dari Spanyol oleh Juan de Miranda Carreno

Perang Suksesi Spanyol adalah konflik yang dipicu Raja Carlos II, Spanyol yang meninggal tanpa memiliki penerus langsung. Ia menobatkan Phillipe dari Anjou yang merupakan cucu dari Raja Louis XIV dari Prancis sebagai raja selanjutnya. Pada 16 November, Phillipe dari Anjou naik sebagai raja bersamaan ia memegang kendali berbagai teritori Spanyol meliputi Belanda Spanyol (sekarang Negara Belgia), posesi di Italia, dan koloni Spanyol di Dunia Baru.[6]

250px-Philip_V_of_Spain.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Phillip V oleh Jean Ranc

Habsburg Austria yang juga memiliki hak sebagai pewaris takhta Spanyol mempermasalahkan hal ini, serta kekhawatiran mengenai masa depan dari keseimbangan kekuatan Eropa memicu terbentuknya Grand Alliance dan pecahnya konflik ini. Pertempuran di Italia Utara berkutat sekitar Kadipaten Milan dan Mantua yang mana dianggap penting untuk keamanan perbatasan selatan Austria.[7]

Pada bulan Maret, Vittorio Amadeus II, Adipati Savoia bersekutu dengan Prancis sebagai ganti pernikahan politik dengan Phillip V dari Spanyol (sebelumnya disebut sebagai Phillipe dari Anjou). Pada tahun 1703, Adipati Savoia meninggalkan aliansinya dengan Prancis dan berbalik memihak Austria. Merespons hal tersebut, pasukan Prancis di bawah pimpinan de la Feuillade bergerak menyeberangi Pegunungan Alpen.[8]

Pengepungan

Adipati Vittorio Amadeus yang sudah meninggalkan aliansinya dengan Versailles bersiap menghadapi invasi dari Prancis. Pada bulan April 1705, Verrua jatuh ke tangan Prancis dan membuka jalan untuk dimulainya pengepungan Turin.[9] Ibu kota Kadipaten sendiri memiliki pertahanan alami berupa Sungai Po, selain itu pada dekade sebelumnya berbagai struktur pertahanan dibangun ulang mengikuti standar pada masa itu. Pertahanan Turin terdiri dari dua bagian, yaitu dinding terluar dan citadel sebagai garis pertahanan terakhir. Sejak tahun 1696, citadel ini sudah didesain ulang dan ditingkatkan pertahanannya, termasuk terowongan bawah tanah untuk memantau dan mencegah pasukan penggali terowongan musuh menyelinap.

250px-1906DAZ_Schlacht_Turin_1709_crop_opt.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rencana pengepungan Turin
250px-Torino_nel_1673.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dinding terluar dan citadel Kota Turin

Turin hanya akan jatuh jika citadel ini jatuh. Untuk mempercepat pengepungan, La Feuillade mulai membombardir dinding citadel secara langsung dari jarak 300 meter, menghiraukan pertahanan dinding terluar Turin. Vauban menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak efisien karena bola meriam hanya akan mengenai bagian atas tembok, bukan struktur penyangganya. Strategi yang paling memungkinkan untuk mempercepat kejatuhan Turin adalah dengan menggali terowongan bawah tanah tepat di bawah citadel lalu meledakkannya.[10]

Adipati Vittorio Amadeus memilih untuk tidak berdiam di kota, ia menyerahkan pertahanan kepada Phillip von Daun dan memutuskan keluar, bergerilya mengganggu rantai logistik pasukan Prancis dengan kavalerinya. Hal ini dilakukan untuk mengulur waktu sambil menunggu bantuan dari Kekaisaran datang.[9]

Sementara itu, untuk mencegah datangnya pasukan Kekaisaran, Vendôme mengambil inisiasi ke depan dan kemenangan pada Pertempuran Calcinato mendorong mundur pasukan Kekaisaran ke lembah Trentino. Pada 12 Mei, sebanyak 48.000 pasukan Prancis memulai persiapan pengepungan dan persiapan baru selesai dilakukan pada tanggal 19 Juni.

Pangeran Eugene yang datang menuju kamp pasukan Kekaisaran segera mengambil alih dan mengorganisasi ulang pasukan. Informasi dari pasukan pengintai menyebut sebanyak 40.000 pasukan tersebar di antara Sungai Mincio dan Adige. Pada akhir Juni 1706, kondisi finansial kamp pasukan Kekaisaran yang sudah terselesaikan berkat pendanaan Adipati Marlborough membolehkan Eugene untuk memulai operasi pembebasan Turin.[9]

250px-North_Italy_1700.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta situasi politik Italia Utara tahun 1700

Ia membuat gerakan tipuan dan berhasil bergerak ke selatan tidak terdeteksi menuju Adige. Saat melewati Venezia yang merupakan negara netral, ia bergerak dengan cepat dan hanya membeli logistik dari warga setempat. Pada tanggal 4 Juli, ia membawa pasukannya menuju Rotanova dan di saat yang bersamaan memukul mundur detasemen Prancis di dekat Ravi. Pangeran Eugene memerintahkan pembangunan jembatan ponton dan dua hari kemudian kontingen Kekaisaran berhasil menyeberangi Adige. Pada tanggal 21 Juli, Pangeran Eugene berhasil menyeberangi Sungai Po di dekat Polsella, bergerak melewati Ferrara dan langsung menuju Santa Bianca untuk menyeberangi Sungai Passaro. Tiga hari kemudian, pasukan Kekaisaran sampai di Finale. Sementara itu, pasukan yang dipimpin oleh Jenderal Wentzl bergerak menyerang garnisun di Goito untuk memberi ruang gerak Pangeran Eugene. Vendôme bergerak untuk menolong Goito, dan di saat yang bersamaan pasukan utama Kekaisaran bergerak menuju Stradella. Mendengar kabar tersebut, Vendôme berbalik arah dan mencoba mencegat pasukan Pangeran Eugene. Ia terlambat dan pasukan Kekaisaran berhasil menyeberangi Secchia pada 5 Agustus dan berhasil mengambil alih beberapa kota benteng di dekat Modena dan Parma. Pasukan Kekaisaran mulai bergerak menuju Turin pada 15 Agustus dan mereka berhasil bergabung dengan pasukan kavaleri Savoia pada 1 September 1706 di Villa-Stelloni dekat Carmagnola.[9]

Keberhasilan tentara Kekaisaran terjadi karena Prancis memilih untuk menyebar pasukannya dan memperkuat kota-kota benteng di Italia Utara, namun hal ini menyebabkan pengurangan pasukan lapangan yang ada. Selain itu, usaha ini menjadi sia-sia karena Prancis tidak berhasil menebak dari arah mana pasukan Pangeran Eugene datang, terlalu banyak sungai dan penyeberangan yang dapat digunakan. Sementara itu, kekalahan Prancis pada teater Prancis Utara menyebabkan Vendôme dipanggil ke sana, dan kepemimpinan digantikan oleh Phillip, Adipati Orleans. Ia menarik pasukan Prancis dari kota-kota di Italia Utara dan memutuskan bergabung dengan La Feuillade menghadapi pasukan Kekaisaran. Kondisi pengepungan Turin pun turut mengalami kesulitan, berbagai serangan berhasil digagalkan, termasuk operasi penggalian terowongan yang berhasil digagalkan oleh Pietro Micca, orang yang nantinya dinobatkan sebagai pahlawan nasional Savoia.[9]

250px-A_View_%26_Representation_of_ye_Battle_fought_before_Turin_on_ye_7th_of_September_1706.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pengepungan Turin sebelum 7 September

Meskipun mengalami hambatan, tentara Prancis yang berada di sekitar Turin masih mengungguli pasukan Koalisi Kekaisaran-Kadipaten Savoia yang berjumlah 30.000. Namun, pasukan Prancis tersebar di berbagai tempat untuk mengisolasi Turin selama pengepungan, hal ini memungkinkan pasukan Koalisi untuk mendapat superioritas lokal pada beberapa tempat. Pada tanggal 7 September pertempuran berlangsung, sayap kiri pasukan Prancis berhasil ditembus dan berkat dukungan dari pasukan von Daun, Koalisi berhasil memukul mundur pasukan Prancis menuju seberang Pegunungan Alpen.[8]

Referensi

  1. 1 2 3 Clodfelter 2002, hlm. 73. sfn error: tanpa target: CITEREFClodfelter2002 (bantuan)
  2. 1 2 Tucker 2009, hlm. 702. sfn error: tanpa target: CITEREFTucker2009 (bantuan)
  3. ↑ Norris 2015. sfn error: tanpa target: CITEREFNorris2015 (bantuan)
  4. ↑ Bodart 1908, hlm. 149. sfn error: tanpa target: CITEREFBodart1908 (bantuan)
  5. ↑ Tucker, Spencer, ed. (2010). A global chronology of conflict: from the ancient world to the modern Middle East. Santa Barbara, Calif: ABC-CLIO. ISBN 978-1-85109-667-1.
  6. ↑ Somerset, Anne (2019). Queen Anne: the politics of passion: a biography. London: William Collins. ISBN 978-0-00-720376-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Hochedlinger, Michael (2003). Austria's wars of emergence 1683-1795. Modern wars in perspective. London: Longman. ISBN 978-0-582-29084-6.
  8. 1 2 Symcox, Geoffrey; Vittorio Amedeo I. König von Sizilien und Sardinien (1983). Victor Amadeus II: absolutism in the Savoyard state 1675 - 1730. Men in office. London: Thames and Hudson. ISBN 978-0-500-87010-5.
  9. 1 2 3 4 5 Falkner, James (2022). Prince Eugene of Savoy: A Genius for War Against Louis XIV and the Ottoman Empire. Havertown: Pen & Sword Books Limited. ISBN 978-1-5267-5353-3.
  10. ↑ Duffy, Christopher; Duffy, Christopher (1996). The fortress in the early modern world, 1494-1660. Siege warfare. London ; New York: Routledge. ISBN 978-0-415-14649-4.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan