Selasa, 27 Oktober 2026
05:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Pengepungan Halikarnassos

Pengepungan Halikarnassos

Bagikan:
Pengepungan Halikarnassos
Bagian dari the Perang Aleksander Agung
330px-Turkey.Bodrum003.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Reruntuhan benteng di sekitar Halikarnassos
Tanggal334 SM
Lokasi
Hasil Kemenangan Makedonia.
Perubahan
wilayah
Aleksander melumpuhkan supremasi angkatan laut Persia.
Pihak yang terlibat
Kekaisaran Makedonia Kekaisaran Akhemeniyah
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Aleksander Agung Orontobates,
Memnon dari Rodos

Pengepungan Halikarnassos adalah konflik antara Aleksander Agung melawan Kekaisaran Persia Akhemeniyah pada tahun 334 SM. Aleksander, yang tidak memiliki angkatan laut, terus-menerus terancam oleh angkatan laut Persia. Kapal-kapal perang Persia berusaha menyerang Aleksander, yang tidak memiliki satu kapal perang pun. Pada akhirnya, armada Persia berlayar ke Halikarnassos untuk menstabilkan pertahanan baru. Sementara itu, Ada dari Karia, mantan ratu Halikarnassos, digulingkan dari tahtanya oleh suatu pemberontakan. Darius lalu menunjuk Orontobates sebagai satrap di Karia, yang meliputi Halikarnassos dalam yuridiksinya. Ketika Aleksander mendatangi Halikarnassos pada tahun 334 SM, Ada, yang mengendalikan benteng Alinda, menyerahkan benteng itu pada Aleksander. Aleksander dan Ada terbukti memiliki ikatan emosional. Aleksander memanggil Ada sebagai "ibu", karena Aleksander merasa bahwa Ada lebih ramah sebagai sosok ibu baginya bahkan lebih daripada ibu kandungnya sendiri, Olympias.

Orontobates dan Memnon dari Rodoss membuat pertahanan di Halikarnassos. Aleksander lalu mengirim mata-mata yang untuk bertemu orang dalam di Halikarnassos yang bersedia membuka gerbang kota dan membiarkan Aleksander masuk. Namun ketika mata-matanya tiba, orang dalam tersebut tidak ditemukan. Terjadilah pertempuran kecil dan pasukan Aleksander berhasil menembus dinding kota. Memnon mengerahkan katapel tempurnya dan Aleksander terpaksa mundur. Memnon kemudian mengirim infantrinya tetapi infantri Alekssander berhasil kembali menembus dinding kota dan mengejutkan pasukan Persia. Memnon, menyadari bahwa kota sudah jatuh, akhirnya membakar kota dan menarik mundur pasukannya. Angin yang kuat menyebabkan api menyebar dengan cepat dan menghanguskan sebagian besar kota.

Aleksander menunjuk Ada untuk mengurusi pemerintahan di Karia, dan Ada pada gilirannya secara fromal mengadopsi Aleksander sebagai putranya, dan menjamin bahwa setelah Ada wafat, pemerintahan Karia secara otomatis akan diserahkan pada Aleksander. Ada disenangi oleh rakyat Karia, sehingga dengan menempatkannya sebagai pemimpin Karia, Aleksander berhasil memastikan bahwa Karia berada di bawah kekuaaannya.

Referensi

Kampanye Balkan
Kampanye Persia
Granikos (334 SM) • Miletps (334 SM) • Halikarnassos (334 SM) • Issos (333 SM) • Tyre (332 SM) • Gaza (332 SM) • Gaugamela (331 SM) • Gerbang Persia (330 SM) • Tebing Sogdiana (327 SM)
Kampanye India
Massaga • Ora • Aornos • Hydaspes • Malli
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan