Rabu, 14 Oktober 2026
00:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Pengeboman karpet

Pengeboman karpet

operasi militer yang dilakukan dengan cara menjatuhkan bom secara masif guna memberikan kerusakan pada area tertentu alih-alih menargetkan satu target spesifik

Bagikan:
330px-Rotterdam%2C_Laurenskerk%2C_na_bombardement_van_mei_1940.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pada tanggal 14 Mei 1940 pukul 13:22, pesawat pengebom Jerman meluluhlantakkan pusat kota Rotterdam. Operasi Rotterdam Blitz menewaskan 884 jiwa.
330px-Wesel_1945.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
97% kota Wesel hancur sebelum direbut pasukan Sekutu pada tahun 1945

Pengeboman karpet atau pengeboman jenuh/bombardir saturasi adalah pengeboman udara secara masif yang dilakukan tidak pada satu target spesifik demi menimbulkan kerusakan luas pada suatu wilayah.[1][2][3][4] Istilah ini menggambarkan rentetan ledakan di sebuah daerah layaknya karpet menutupi lantai. Pengeboman karpet dilaksanakan dengan menjatuhkan baynak sekali bom tak berpandu. Berbeda dengan pengeboman tepat sasaran, pengeboman karpet tidak ditujukan pada target kecil[3] seperti bunker, lapangan terbang, atau kendaraan militer. Salah satu contoh pengeboman karpet adalah pengeboman udara perkotaan.[1]

Istilah pengeboman rata kadang digunakan untuk menyebut pengeboman berturut-turut yang bertujuan menghancurkan sebuah kota atau sebagian besar kota.[5] Istilah pengeboman wilayah mengacu pada pengeboman suatu wilayah secara asal-asalan.[5] Sejumlah kasus pengeboman karpet juga tergolong pengeboman wilayah. Pengeboman wilayah juga banyak diterapkan semasa Perang Dunia II.[5]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "carpet-bombing". Memidex/WordNet Dictionary. Diakses tanggal 2011-07-25.[pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ Keane, Michael (2005). Dictionary of modern strategy and tactics. Annapolis (MD): Naval Institute Press. hlm. 30–31. ISBN 1-59114-429-9.
  3. 1 2 Dickson, Paul (2004). War slang : American fighting words and phrases since the Civil War (Edisi 2.). Washington, DC: Brassey's. hlm. 139, 209, 303–304. ISBN 1-57488-710-6.
  4. ↑ Gooderson, Ian (1997). Air power at the battlefront : allied close air support in Europe, 1943-45 (Edisi 1. publ.). London: F. Cass. hlm. 129. ISBN 0-7146-4680-6.
  5. 1 2 3 Primoratz, edited by Igor (2010). Terror from the sky : the bombing of German cities in World War II (Edisi 1. publ.). New York: Berghahn Books. hlm. 45–53. ISBN 1-84545-687-4. {{cite book}}: |first= memiliki nama generik

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan