Minggu, 25 Oktober 2026
10:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Pengawal berkuda

Bagikan:

Pengawal berkuda (bahasa Arab: متحرك طليعة, Mutaharrik tulai'a) adalah resimen kavaleri ringan elit dalam pasukan Rasyidin selama penaklukan Muslim di Suriah, di bawah komando Khalid bin Walid. Pasukan ini dikerahkan sebagai pasukan cadangan kavaleri untuk digunakan dalam pertmpuran sesuai kebutuhan.

Setelah kemenangan telak pada Pertempuran Ajnadayn pada tahun 634 M, Khalid, dari pasukannya di Irak, yang setelah peristiwa Ajnadayn berjumlah sekitar 8,000 prajurit, mengorganisir pasukan berkuda sejumlah 4,000 prajurit, yang oleh para sejarawan awal disebut Pasukan Pengasah. Pasukan ini juga disebut Pengawal Berkuda. Khalid menempatkan pasukan ini di bawah komando pribadinya.

Catatan penggunaan terawal untuk pasukan berkuda ini adalah pada Pengepungan Damaskus pada tahun 634. Penggunaan terbaik untuk pasukan kavaleri bersenjata ringan yang bergerak cepat ini adalah pada Pertempuran Yarmuk pada tahun 636 yang ketika itu Khalid, yang mengetahui kegunaan dan kemampuan kavalerinya, mengerahkan mereka untuk memutarbalikkan keadaan pada setiap kondisi yang kritis dalam pertempuran. Dengan kemampuan mereka untuk menyerang dan bertahan, dan mundur dan memutar balik dari sayap maupun belakang, Pengawal Berkuda memberikan kekalahan yang telak terhadap pasukan Bizantium. Pasukan penyerang yang kuat dan bergerak cepat ini sering kali digunakan pada masa-masa berikutnya sebagai garda terdepan.[1] Mereka dapat menghalau pasukan musuh dengan mobilitasnya yang tinggi yang memberikannya keunggulan atas pasukan Bizantium. Salah satu kemenangan pengawal berkuda adalah pada Pertempuran Hazir pada tahun 637 di bawah komando Khalid, yang ketika itu tidak ada satupun prajurit Bizantium yang selamat.[2] Dengan pasukan penyerang berkuda ini Muslim dengan mudah menaklukan Suriah dengan sedikit kerugian, termasuk kemenangan Muslim pada Pertempuran Jembatan Besi yang menyusul menyerahnya Antiokia.

Khalid bin Walid mengorganisir staf militer - suatu awal sederhana dari apa yang kemudian dalam sejarah militer akan muncul sebagai Staf Jenderal. Dia mengumpulkan dari semua daerah yang pernah dia perangi-Arab, Irak, Suriah and Palestina sekelompok orang yang cerdas yang bertugas sebagai 'pewira stafnya', terutama berperan sebagai staf intelijen.[3] Mereka bertugas mengumpulkan informasi mengorganisir pemberangkatan pasukan dan mengurus para agen rahasia, serta mengabarkan situasi militer terkini kepada Khalid. Mereka lebih sebagai staf pribadi dan bukannya staf pasukan; mereka selalu mengikuti Khalid, dan merupakan bagian dari pengawal berkuda. Pengawal berkuda berada di bawah komando pribadi Khalid selama kira-kira empat tahun (634 - 638) hingga Khalid dipecat dari jabatannya oleh Khalifah Umar setelah menaklukan Levant.

Dengan diberhentikannya Khalid, resimen kavalerinya yang kuat pun dibubarkan. Salah satu komandannya yang brilian Qa'qa bin Amr dikirim ke front Persia pada tahun 637 bersama pasukan bantuan untuk Pertempuran Qadisiyyah, yang ketika itu dia memberikan peran penting. Sebagian pengawal berkuda juga dikirim ke front Persia dalam rangka penaklukan Muslim di Persia. Banyak anggotanya yang tewas akibat wabah pada tahun 639 - 640 yang membunuh sekitar 25000 Muslim di Suriah. Ini meliputi sub-komandan pengawal berkuda seperti Dhirar bin al-Azwar, mereka yang bertahan hidup ikut serta bersama pasukan utama di bawah komando Amru bin Ash untuk menaklukan Mesir. Pengawal berkuda tidak diragukan lagi merupakan kesatuan militer terbaik dalam pasukan Rasyidin.[1]- suatu kesatuan elit.

Catatan kaki

  1. 1 2 Sword of Allah: by Lieutenant-General Agha Ibrahim Akram, ISBN 978-0-7101-0104-4
  2. ↑ Tabari: Vol. 3, p. 98.
  3. ↑ Waqidi: Vol. 2, p. 47.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan