Senin, 28 September 2026
11:33 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Pengasingan Marian

Pengasingan Marian

330px-Catherine_Willoughby_exiled.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Catherine Willoughby, Duchess of Suffolk, kabur dari Katolik Inggris dengan suaminya Richard Bertie, putrinya Susan dan seorang perawat.

Pengasingan Marian adalah umat Protestan Inggris yang kabur ke daratan utama Eropa pada masa pemerintahan Katolik Roma Ratu Mary I dan Raja Felipe.[1][2][3] Mereka utamanya bermukim di negara-negara Protestan seperti Belanda, Swiss dan Jerman

Referensi

  1. ↑ Leo F. Solt (1990) Church and State in Early Modern England, 1509-1640, Oxford University Press, USA ISBN0-19-505979-4
  2. ↑ George Edwin Horr (1910) "The Marian Exiles", Papers of the American Society of Church History, 2nd series, Vol.2, p.201, Putnam's, New York and London (Digitized by Google Books)
  3. ↑ Christina Hallowell Garrett (1938) Marian Exiles: A Study in the Origins of Elizabethan Puritanism, Cambridge University Press

Sumber

Primer

Sekunder

  • William D. Maxwell, The Liturgical Portions of the Genevan Service Book used by John Knox While a Minister of the English Congregation of Marian Exiles at Geneva, 1556–1559. (London: The Faith Press, 1965.) [First published by Oliver and Boyd, 1931.]
  • Frederick A. Norwood, "The Marian Exiles—Denizens or Sojourners?" Church History 13:2 (June 1944): 100–110.
  • Brett Usher, "The Deanery of Bocking and the Demise of the Vestiarian Controversy," Journal of Ecclesiastical History 52.3 (July 2001): 434–455.
  • Ronald J. Vander Molen, "Anglican Against Puritan: Ideological Origins during the Marian Exile," Church History 42.1 (March 1973): 45–57.
  • Jonathan Wright, "Marian Exiles and the Legitimacy of Flight From Persecution," Journal of Ecclesiastical History 52.2 (April 2001): 220–43.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan