Minggu, 18 Oktober 2026
19:47 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Penerimaan diri

Bagikan:

Penerimaaan diri (bahasa Inggris:self-acceptance) adalah upaya untuk menerima dan memahami seluruh aspek yang ada dalam diri tanpa menolak keberadaannya, atau juga penerimaan diri adalah menerima apa yang kita miliki/tidak miliki, menerima apa yang kita mampu/tidak mampu, dan menerima apa yang diyakini/tidak diyakini tentang diri kita sendiri.[1]

Untuk menerima diri, seseorang perlu menyadari dan mengenali diri terlebih dahulu baik kekurangan maupun kelebihan, atau juga disebut kesadaran diri.[2] Dengan mempertanyakan pada diri sendiri, seperti "Apakah saya menerima tubuh saya?", "Apakah saya menerima keahlian dan kemampuan saya?", "Apakah saya menerima emosi-emosi saya?", "Apakah saya menerima segala kekurangan diri saya?". Pertanyaan-pertanyaan tersebut membantu dalam memahami sejauh mana penerimaan kepada diri sendiri. Orang yang sudah mampu menerima dirinya sendiri tidak akan memberikan alasan mengapa ada kekurangan-kekurangan di dalam dirinya karena orang yang telah bisa menerima dirinya tidak merasa perlu memitigasi kekurangan tersebut.[3]

Walaupun demikian, penerimaan terhadap kekurangan diri adalah sesuatu yang lebih sulit dilakukan manusia, karena manusia lebih mudah menerima kenyataan bahwa kita adalah (misalnya) pemaaf dibandingkan menerima kenyataan bahwa kita tidak pandai bergaul. Ditambah kebiasaan mengkritik diri sendiri dengan brutal sampai pada akhirnya kita manusia kehilangan kemampuan untuk menerima kekurangan-kekurangan dalam diri yang pada hakikatnya adalah hal yang manusiawi.[4]

Aspek

Hurlock mengutarakan beberapa aspek untuk menerima diri, yakni:[5]

  1. Memiliki rasa puas kepada diri sendiri, atau bangga kepada diri sendiri. Puas dengan kelebihan dan kekurangan diri.
  2. Tidak menahan diri akan adanya reaksi sosial, ataupun ketersediaan diri untuk menerima kritikan dari orang lain.
  3. Tidak mengantungkan hidup pada orang lain, atau memiliki kemandirian.
  4. Menghargai diri sendiri.

Referensi

  1. ↑ Yustitia 2020, hlm. 138.
  2. ↑ Yustitia, hlm. 141. sfn error: tanpa target: CITEREFYustitia (bantuan)
  3. ↑ Yustitia 2020, hlm. 142.
  4. ↑ 2020, hlm. 139. sfn error: tanpa target: CITEREF2020 (bantuan)
  5. ↑ Hurlock 2002, hlm. 209–212.

Bibliografi

  • Yustitia (2020). "Bab 2: Penerimaan Diri (Self-Acceptance)". Dalam Putri, Dionisia (ed.). Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin. Kompas Gramedia. ISBN 978-623-00-1530-4. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lfirst= diabaikanPemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Hurlock, E. B. (2002). Psikologi Perkembangan. Erlangga. ISBN 978-602-6922-31-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan