Jumat, 23 Oktober 2026
16:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Alat pembasmi lalat

Bagikan:

Peranti pembasmi lalat digunakan untuk pengendalian hama serangga terbang, seperti lalat rumah, tawon, ngengat, agas, dan nyamuk.

Pemukul lalat

250px-Fly-swatter.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah pemukul lalat yang umum

Sebuah pemukul lalat (atau penebah lalat[1]) umumnya terdiri dari lembaran kecil berbentuk persegi panjang atau bundar yang terbuat dari material ringan, lentur, dan berventilasi (biasanya logam tipis, karet, atau jaring plastik) dengan lebar sekitar 10 cm (4 in), yang terpasang pada gagang sepanjang 30 hingga 60 cm (1 hingga 2 ft) berbahan ringan seperti kawat, kayu, plastik, atau logam. Ventilasi atau perforasi tersebut meminimalkan gangguan arus udara, yang dapat dideteksi oleh serangga sebagai sinyal untuk meloloskan diri, serta mengurangi hambatan udara, sehingga memudahkan pemukulan sasaran yang bergerak cepat.

Pemukul lalat idealnya berbobot ringan dan kaku, memungkinkan percepatan cepat guna mengungguli waktu reaksi lalat yang gesit (enam hingga sepuluh kali lebih cepat daripada manusia),[2] sembari meminimalkan kerusakan akibat benturan dengan objek lain. Pemukul lalat biasanya bekerja dengan cara meremukkan lalat secara mekanis pada permukaan keras, setelah pengguna menunggu lalat tersebut hinggap di suatu tempat. Namun, pengguna juga dapat melukai atau memingsankan serangga yang sedang terbang di udara dengan cara menyabetkan pemukul tersebut dengan kecepatan ekstrem.

Referensi

  1. ↑ "Penebah". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. ↑ "Why is it so hard to swat a fly?". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2017-09-16. Diakses tanggal 2022-09-12.
Ikon rintisan

Artikel bertopik alat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan