Rabu, 14 Oktober 2026
10:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas
Pendidikan alternatif

Pendidikan alternatif

bentuk pendidikan non-arus utama

Bagikan:
250px-Alternative_education_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pendidikan alternatif tanpa memandang usia di Thailand.

Pendidikan alternatif adalah filosofi pendidikan yang bertentangan dengan pedagogi arus utama dan pendekatan pendidikan berbasis bukti. Pendidikan alternatif memberikan fleksibilitas dalam penerapan metode, penyusunan kurikulum, dan pencapaian hasil belajar, sehingga dapat disesuaikan dengan latar sejarah serta konteks sosial dan budaya yang melingkupinya.[1] Lingkungan belajar alternatif semacam ini dapat ditemukan di sekolah negeri, sekolah charter, sekolah independen, maupun dalam bentuk pembelajaran berbasis rumah. Banyak pendidikan alternatif menekankan ukuran kelas yang kecil, hubungan yang erat antara siswa dan guru, serta terciptanya rasa kebersamaan dalam komunitas belajar.

Kerangka hukum yang mengatur pendidikan alternatif berbeda-beda di setiap wilayah dan menentukan sejauh mana lembaga pendidikan tersebut harus menyesuaikan diri dengan standar ujian dan penilaian arus utama.

Pendekatan pedagogis alternatif dapat mencakup berbagai struktur dan metode. Misalnya, penerapan ruang kelas terbuka, hubungan yang lebih setara antara guru dan siswa seperti di sekolah Quaker dan sekolah bebas, serta perbedaan kurikulum dan metode pengajaran seperti di sekolah Waldorf dan Montessori.[2] Istilah lain yang sering digunakan sebagai sinonim dari “alternatif” dalam konteks ini antara lain “nontradisional” dan “nankonvensional”. Para pendidik alternatif juga kerap menggunakan istilah seperti “holistik” untuk menggambarkan pendekatan mereka terhadap proses pendidikan.[3]

Referensi

  1. ↑ Toyib, Muchammad (2024-05-17). BINTANG-BINTANG PENYULUH - Perkembangan Astronomi Amatir di Jawa Timur. Airlangga University Press. ISBN 978-602-52654-4-0.
  2. ↑ "alternative education". Encyclopædia Britannica. Encyclopedia Britannica Online. 21 Sep. 2015.
  3. ↑ Martin, Robin Ann (November 2000). "An Introduction to Educational Alternatives". Alternative Education Resource Organization. Paths of Learning. Diakses tanggal 16 Oktober 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik pendidikan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan