Senin, 26 Oktober 2026
20:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Pendaratan di Aitape

Pendaratan di Aitape

Bagikan:
Pendaratan di Aitape
Bagian dari Kampanye Nugini
330px-Troops_unloading_supplies_at_Aitape.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasukan sedang membongkar muatan di Aitape
Tanggal22 April – 4 Mei 1944
Lokasi
Hasil Kemenangan Amerika
Pihak yang terlibat
 Amerika Serikat
 Australia (angkatan laut)
 Jepang
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Amerika Serikat Douglas MacArthur
Amerika Serikat Robert L. Eichelberger
Amerika Serikat Walter Krueger
Amerika Serikat Jens A. Doe
Kekaisaran Jepang Hatazō Adachi
Kekaisaran Jepang Shigeru Katagiri
Pasukan yang terlibat
Kekuatan
22.500 1.000
Korban jiwa dan kerugian
19 tewas
40 terluka
525 tewas
25 ditangkap

Pendaraan di Aitape (dengan sandi Operasi Persecution) adalah pertempuran dalam kampanye Nugini Barat pada Perang Dunia II. Pasukan Amerika dan Sekutu melakukan pendaratan amfibi pada 22 April 1944 di Aitape, di pesisir utara Papua Nugini. Pendaratan amfibi ini dilakukan secara bersamaan dengan pendaratan di Teluk Humboldt dan Teluk Tanahmerah untuk mengamankan Hollandia dan mengisolasi Angkatan Darat ke-18 di Wewak. Operasi di wilayah tersebut untuk mengkonsolidasikan pendaratan berlanjut hingga 4 Mei, meskipun pasukan Amerika dan Jepang terus bertempur dalam aksi-aksi selanjutnya di Nugini Barat setelah serangan balasan Jepang yang berlangsung hingga awal Agustus 1944. Aitape kemudian dikembangkan menjadi pangkalan operasi Sekutu dan digunakan oleh pasukan Australia sepanjang akhir 1944 hingga 1945 selama Kampanye Aitape–Wewak.

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Operation Persecution.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan