Senin, 28 September 2026
03:39 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Pendap

Pendap

variasi makanan khas Indonesia

250px-Pendap_from_Bengkulu_-_IMG_20220210_181317_298.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pendap

Pendap atau ikan pais merupakan makanan khas dari Bengkulu Selatan, Bengkulu yang memiliki cita rasa pedas dan gurih. Pendap dibuat dari parutan kelapa, rempah-rempah, dan ikan laut yang dimasak dalam bungkusan daun talas dan daun pisang.[1] Ikan yang digunakan untuk membuat pendap bermacam-macam, misalnya ikan kakap, kembung, terusan, dan gemuru. Pendap dimasak selama kurang lebih 8 (delapan) jam.[2]

Pendap memiliki kesamaan dengan pepes ikan terutama cara pembuatannya. Perbedaannya terletak pada bahan-bahan yang digunakan serta pembungkusnya. Pendap dibungkus dengan daun talas diikat dengan tali rafia.[3]

Sejarah

Pandap/batutuk adalah makanan tradisional khas Krui, Lampung Barat, dan Bengkulu, yang berakar sejak zaman nenek moyang. Pendap juga pernah menjadi tema salah satu lagu yang dirilis dalam album lagu daerah Bengkulu sekitar tahun 1990-an. Setelah dikutip dari berbagai sumber, pendap memang merupakan makanan favorit Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno saat menjalani masa pengasingan di Kota Bengkulu sejak 1938 hingga 1942. Tidak hanya itu, makanan khas tradisional ini ini diketahui juga menjadi langganan Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Tak kalah menarik, Top Chef Indonesia, Farah Quinn juga telah mencicipi pendap secara langsung.[4]

Referensi

  1. ↑ Arios, Rois Leonard, dkk. (2014). Warisan Budaya Tak Benda di Propinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan (PDF). Padang: Balai Pelestarian Nilai Budaya Padang. hlm. 35. ISBN 9786028742832.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Khairunnisa, Syifa Nuri; Aisyah, Yuharrani (23 Juli 2020). "Mengenal Pendap, Makanan Khas Bengkulu yang Dimasak 8 Jam". Kompas.com. Diakses tanggal 8 Agustus 2024.
  3. ↑ Agency, ANTARA News. "Mengenal pendap, kuliner tradisional populer dari Bengkulu". ANTARA News Bengkulu. Diakses tanggal 2024-08-08.
  4. ↑ Okezone (2015-04-14). "Pedas Gurihnya Pendap Bengkulu sampai ke Mancanegara : Okezone Lifestyle". https://lifestyle.okezone.com/. Diakses tanggal 2024-08-08.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |website=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan