Rabu, 21 Oktober 2026
16:05 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Pembusukan mayat

Pembusukan mayat

Bagikan:
250px-20131205_Istanbul_103.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jasad manusia yang mengering

Dekomposisi atau pembusukan adalah proses di mana organ dan molekul kompleks tubuh hewan dan manusia terurai menjadi bahan organik sederhana seiring berjalannya waktu. Pada vertebrata, lima tahap pembusukan biasanya seperti: segar, kembung, pembusukan aktif, pembusukan lanjut, dan kering/kerangka.[1] Mengetahui berbagai tahapan pembusukan dapat membantu penyelidik dalam menentukan interval post-mortem (PMI).[2] Laju penguraian sisa-sisa manusia dapat bervariasi karena faktor lingkungan dan faktor lainnya. Faktor lingkungan meliputi suhu, pembakaran, kelembapan, dan ketersediaan oksigen. Faktor lainnya termasuk ukuran tubuh, pakaian, dan penyebab kematian.[3]

Penelitian

Peternakan mayat digunakan untuk mempelajari pembusukan tubuh manusia dan untuk mendapatkan wawasan tentang bagaimana faktor lingkungan dan endogen memengaruhi perkembangan melalui tahapan pembusukan.[4] Di musim panas, suhu tinggi dapat mempercepat tahap dekomposisi: panas mendorong penguraian bahan organik, dan bakteri juga tumbuh lebih cepat di lingkungan yang hangat, sehingga mempercepat pencernaan bakteri di jaringan. Namun, mumifikasi alami, yang biasanya dianggap sebagai akibat dari kondisi kering, dapat terjadi jika jenazah terkena sinar matahari yang terik.[5] Di musim dingin, tidak semua tubuh mengalami tahap kembung. Pertumbuhan bakteri jauh berkurang pada suhu di bawah 4 °C.[6] Peternakan mayat juga digunakan untuk mempelajari interaksi serangga dengan tubuh yang membusuk.[4]

Referensi

  1. ↑ Payne, Jerry A. (September 1965). "A Summer Carrion Study of the Baby Pig Sus Scrofa Linnaeus". Ecology. 46 (5): 592–602. doi:10.2307/1934999. ISSN 0012-9658. JSTOR 1934999.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Haglund, William D.; Sorg, Marcella H., ed. (2001-07-30). Advances in Forensic Taphonomy (dalam bahasa Inggris) (Edisi 0). CRC Press. doi:10.1201/9781420058352. ISBN 978-0-429-24903-7.
  3. ↑ Vij, Krishan (2008). Textbook of Forensic Medicine And Toxicology: Principles And Practice (Edisi 4th). Elsevier. hlm. 126–128. ISBN 978-81-312-1129-8.
  4. 1 2 Costandi, Mo (2015-05-05). "Life after death: the science of human decomposition". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2019-07-14.
  5. ↑ Blakinger, Keri (2018-02-23). "Learning about decomposition at the body farm in San Marcos - HoustonChronicle.com". www.houstonchronicle.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-07-14.
  6. ↑ Cockle DL, Bell LS (Maret 2017). "The environmental variables that impact human decomposition in terrestrially exposed contexts within Canada". Science & Justice. 57 (2): 107–117. doi:10.1016/j.scijus.2016.11.001. PMID 28284436.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan