Senin, 02 November 2026
13:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Pemburu berkelompok

Pemburu berkelompok

Bagikan:
250px-Dingoes_at_Phillip_Island.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dingo adalah contoh pemburu berkelompok

Sebuah pemburu berkelompok atau pemangsa sosial adalah hewan predator yang telah berevolusi untuk berburu mangsanya dengan bekerja sama dengan anggota lainnya di satu spesies yang sama. Umumnya, hewan yang berburu dengan cara ini berkerabat dekat. Kecuali kasus di mana hanya jantan yang berburu (seperti manusia dan kera), semua individu dalam suatu kelompok akan berkontribusi dalam suatu perburuan. Contoh yang paling terkenal adalah serigala kelabu. Serigala adalah kerabat liar terdekat dari anjing domestik. Mamalia pemburu berkelompok lainnya mencakup lumba-lumba, singa dan hiena tutul. Terdapat juga jenis-jenis burung pemangsa sosial. Contohnya adalah burung jagal, elang harris, tiga dari empat spesies kukabura, dan banyak jenis bentet-ketopong. Selain itu, ada beberapa pemburu berkelompok berdarah dingin, seperti arthropoda, misalnya semut tentara. Ikan kambing pelana kuning adalah contoh lainnya.[1] Terkadang, buaya berburu secara berkelompok.

Berburu secara berkelompok membantu pemangsa-pemangsa kecil untuk memburu mangsa yang lebih besar.[2]

Referensi

  1. ↑ Strübin, Carine; Steinegger, Marc and Bshary, Redouan; “On Group Living and Collaborative Hunting in the Yellow Saddle Goatfish (Parupeneus cyclostomus)” in Ethology 117 (11), November 2011, pp. 961–969
  2. ↑ Edward O. Wilson, Sociobiology: The New Synthesis (Cambridge, MA: The Presidents and Fellows of Harvard College, 2000), p. 504
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan