Sabtu, 24 Oktober 2026
01:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Pembunuhan Hrant Dink

Pembunuhan Hrant Dink

Bagikan:
250px-Hrant_Dink_Plaket.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Pada 19 Januari 2007, wartawan Turki Hrant Dink dibunuh di depan kantor surat kabarnya. Ia dibunuh oleh Ogun Samast yang berusia 19 tahun dari kalangan nasionalis. Samast kemudian dihukum penjara 22 tahun.[1]

Pada Maret 2021, pengadilan di Istanbul menjatuhkan hukuman penjara kepada beberapa mantan pejabat tinggi keamanan atas pembunuhan tersebut. Keputusan tersebut diambil setelah 14 tahun proses hukum, dan di tengah tuduhan bahwa pejabat senior keamanan gagal bertindak untuk mencegah kematiannya. Pengadilan di Istanbul menjatuhkan hukuman yang menjatuhkan beberapa hukuman untuk 76 terdakwa dalam kasus tersebut – hanya segelintir di antaranya yang ditahan. Hakim menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada dua mantan kepala polisi dan dua mantan pejabat tinggi keamanan.[2]

Mereka menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada mantan kepala intelijen polisi kota Ramazan Akyurek dan mantan wakilnya Ali Fuat Yilmazer karena "pembunuhan berencana". Mereka juga diberi hukuman tambahan 7,5 tahun karena pemalsuan dan pemusnahan dokumen resmi. Mantan pejabat tinggi Kementerian Dalam Negeri Yavuz Karakaya dan Muharrem Demirkale juga dijatuhi hukuman seumur hidup. Mantan komandan Kementerian Dalam Negeri, Ali Oz, dijatuhi hukuman 28 tahun penjara. Dia memimpin wilayah Trabzon tempat asal pelaku. Pengadilan membatalkan tuntutan terhadap beberapa orang yang terlibat, karena undang-undang pembatasan telah berakhir.[2]

Aksi pembunuhan tersebut memicu kecaman di dalam negeri maupun di Eropa. Menteri Luar Negeri Armenia Vartan Oskanian mengutuk pembunuhan tersebut, dan mengatakan bahwa Dink menjalani hidupnya dengan keyakinan bahwa akan ada pemahaman, dialog, dan perdamaian di antara masyarakat. Departemen Luar Negeri AS menyatakan keprihatinannya atas penembakan Dink, sementara Miklos Haraszti, perwakilan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) untuk kebebasan media, mengutuk penembakan tersebut sebagai tindakan pengecut yang mengakibatkan kerugian tragis.[2] Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa pembunuhan tersebut merupakan serangan terhadap persatuan Turki.[3]

Referensi

40px-Turkish_map-flag.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Turki ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan