Minggu, 01 November 2026
15:52 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pemberontakan Untung Surapati

Pemberontakan Untung Surapati

Bagikan:
Pemberontakan Untung Surapati
Bagian dari Perang Tahta Jawa Pertama
330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Schildering_voorstellende_de_moord_op_kapitein_Tack_in_Kartasura_TMnr_H-796.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Jawa dari akhir abad ke-19 yang menggambarkan terbunuhnya François Tack, tengah dan berpakaian merah
Tanggal1686 – 17 Oktober 1706
Lokasi
Hasil
Pihak yang terlibat
Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) Pasukan Pemberontak
Kesultanan Mataram
Pemimpin atau tokoh terkemuka
François Tack †
Mayor Goovert Knole
Vaandrig Williem Kuffeler
Cakraningrat II
Pangeran Puger
Untung Surapati †
Amangkurat II #
Amangkurat III Menyerah
Kesultanan Banten Pangeran Purbaya (POW)

Pemberontakan Untung Surapati adalah salah satu pemberontakan melawan kolonialisme Belanda yang berada di Pulau Jawa, Pertempuran terbesar yang dilakukan oleh Untung adalah pada saat berada di Kartasura saat melawan Kapten Tack, Pasukan Untung berhasil membunuh Kapten Tack dan pergi ke Pasuruan, namun perjuangan berakhir di sana, Untung tewas saat bertempur melawan Belanda di Pasuruan.

Jalannya pertempuran

Pertempuran Kartasura

Pada 1686, VOC mengirim Kapten Tack ke Kartasura untuk meyakinkan Pangeran Amangkurat II, Raja Mataram, untuk mengantarkan Surapati kepadanya. Sesampainya di sana, Tack mengatakan bahwa dirinya adalah prajurit dari Amangkurat yang menyerang kediaman Untung Surapati.

Bahkan, serangan ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi, karena Amangkurat tidak berniat melepaskan Surapati. Surapati dianggap sebagai sekutu yang berharga. Tack dan 74 orang lainnya pun akhirnya dibunuh oleh pasukan Surapati.

Sisa pasukan VOC mundur ke garnisun atau pasukan Belanda di Kartasura. Surapati kemudian meninggalkan Kartasura dan pergi ke Pasuruan.

Penyerangan ke Pasuruan

Pada 1690, Amangkurat II berpura-pura mengirim pasukan untuk merebut Pasuruan.

Tentu saja pasukan ini mengalami kegagalan karena pertempurannya hanya bersifat sandiwara sebagai usaha mengelabui VOC.

Pengepungan Pasuruan

Pada September 1706, gabungan pasukan VOC, Kartasura, Madura, dan Surabaya dipimpin oleh Mayor Goovert Knole menyerbu Pasuruan.

Di dalam pertempuran inilah Untung Surapati tewas, pada 17 Oktober 1706.

Referensi

  • Verelladevanka Adryamarthanino, (2021). Untung Surapati: Latar belakang, perjuangan, dan akhir hidup. Kompas.com.
  • Muis, Abdul. (1999). Surapati. Jakarta: Balai Pustaka.
  • M.C, Ricklefs. (1991). Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan