Rabu, 28 Oktober 2026
14:26 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pemberontakan Tambov

Pemberontakan Tambov

Bagikan:
Pemberontakan Tambov
Bagian dari Perang Saudara Rusia
330px-Tambov_Rebellion.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanggal19 Agustus 1920 – Juni 1921
Lokasi
Hasil Kemenangan Bolshevik
Pihak yang terlibat
Tentara Hijau Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia RSFS Rusia
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Alexander Antonov

Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia Mikhail Tukhachevsky
Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia Vladimir Antonov-Ovseyenko
Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia Alexander Schlichter
Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia Ieronim Uborevich
Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia Grigory Kotovsky

Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia Sergey Kamenev
Kekuatan
Mungkin 20,000 pasukan reguler dan 20,000 pasukan [1] 14,000 (Agustus 1920)[2]
50,000 (Oktober 1920)[3]
40,000 [4] - 70,000 [5] (Februari 1921)
1,000 (September 1921)[4]
5,000 (November 1920)[3]
50,000 [6] - 100,000 [7] (Maret 1921)
Korban jiwa dan kerugian
50,000 civilian internees in fields[4]
240,000 tewas.[8]

Templat:Kotak kampanye Perang Saudara Rusia Templat:Front Selatan Perang Saudara Rusia Pemberontakan Tambov (dalam sejarah disebut di Uni Soviet sebagai Antonovshchina), yang terjadi antara 1920 dan 1921, adalah salah satu pemberontakan petani terbesar dan paling terorganisir melawan rezim Bolshevik pada masa Perang Saudara Rusia.[9][10] Pemberontakan tersebut terjadi di wilayah yang sekarang menjadi Oblast Tambov dan bagian dari Oblast Voronezh yang berjarak kurang dari 300 mil dari tenggara Moskwa.

Dalam historiografi Soviet, pemberontakan tersebut disebut sebagai "Dahagi Antonov", atau Antonovschina, yang mengambil nama dari Alexander Antonov, seorang mantan pejabat Partai Sosialis Revolusioner dan kepala staf para pemberontak. Gerakan tersebut kemudian digambarkan oleh para Soviet sebagai tindakan anarki, mirip dengan gerakan anti-Soviet lainnya yang menentang mereka pada masa tersebut.

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ Hosking, 1993: 78; Mayer, 2000: 392
  2. ↑ Powell, 2007: 219; Werth, 1998: 131
  3. 1 2 Powell, 2007: 219; Werth, 1998: 132
  4. 1 2 3 Werth, 1998: 139
  5. ↑ Waller, 2012: 194
  6. ↑ Figes, 1998: 811; Mayer, 2000: 392
  7. ↑ Waller, 2012: 115; Werth, 1998: 132, 138
  8. ↑ Sennikov, B.V. (2004). Tambov rebellion and liquidation of peasants in Russia. Moscow: Posev. In Russian. ISBN 5-85824-152-2
  9. ↑ Robert Conquest, The Harvest of Sorrow: Soviet Collectivization and the Terror-Famine Oxford University Press New York (1986) ISBN 0-19-504054-6.
  10. ↑ Nicolas Werth, Karel Bartošek, Jean-Louis Panné, Jean-Louis Margolin, Andrzej Paczkowski, Stéphane Courtois, The Black Book of Communism: Crimes, Terror, Repression, Harvard University Press, 1999, hardcover, 858 pages, ISBN 0-674-07608-7.

Bacaan tambahan

  • Seth Singleton, "The Tambov Revolt (1920-1921)," Slavic Review, vol. 25, no. 3 (Sept. 1966), pp. 497–512. In JSTOR

Pranala luar

52°43′N 41°25′E / 52.717°N 41.417°E / 52.717; 41.417

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan