Senin, 02 November 2026
17:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Pemberontakan Khmelnytsky

Bagikan:
Pemberontakan Khmelnytsky
Bagian dari Air bah
Tanggal1648–1657
Lokasi
Hasil Kemunculan Hetmanat Cossack, kemunduran Persemakmuran Polandia-Lituania, meluasnya wilayah Rusia
Perubahan
wilayah
Polandia tidak lagi berpengaruh terhadap Cossack
Pihak yang terlibat
40px-Flag_of_the_Cossack_Hetmanate.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Cossack Zaporozhia
20px-Crimean_Tatar_tamga_icon_%28blue_and_gold%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Tatar Krimea (1649–1654, 1656–1657)
20px-Herb_Rzeczypospolitej_Obojga_Narodow.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Persemakmuran Polandia-Lituania
20px-Crimean_Tatar_tamga_icon_%28blue_and_gold%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Tatar Krimea (1654–1656)
Pemimpin atau tokoh terkemuka
40px-Flag_of_the_Cossack_Hetmanate.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Bohdan Khmelnytsky
40px-Flag_of_the_Cossack_Hetmanate.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Ivan Bohun
40px-Flag_of_the_Cossack_Hetmanate.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Maxym Kryvonis
20px-Crimean_Tatar_tamga_icon_%28blue_and_gold%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail İslâm III Giray
20px-Crimean_Tatar_tamga_icon_%28blue_and_gold%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Toğay bey  †
20px-Herb_Rzeczypospolitej_Obojga_Narodow.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Jan II Kazimierz
Mikołaj Potocki
Jeremi Wiśniowiecki
Stefan Czarniecki
Marcin Kalinowski  †
Stanisław Lanckoroński

Pemberontakan Khmelnytsky (bahasa Polandia:Powstanie Chmielnickiego; bahasa Ukraina:повстання Богдана Хмельницького; bahasa Rusia:восстание Богдана Хмельницкого; juga dikenal dengan nama Perang Cossack-Polandia[1] atau pemberontakan Chmielnicki) adalah pemberontakan Cossack yang meletus di Persemakmuran Polandia-Lituania pada tahun 1648–1657, yang mengakibatkan pendirian Hetmanat Cossack di wilayah Ukraina. Di bawah kepemimpinan Hetman Bohdan Khmelnytsky, Cossack Zaporozhian yang bersekutu dengan Tatar Krimea dan petani lokal. Selama pemberontakan ini, pasukan Cossack membunuh banyak penduduk sipil, terutama pastor Katolik dan orang-orang Yahudi.[2]

Pemberontakan ini mengakhiri dominasi kelompok bangsawan Katolik Polandia Szlachta terhadap populasi Ortodoks di Ukraina. Pada saat yang sama, wilayah Ukraina timur jatuh ke tangan Ketsaran Rusia, karena Cossack bersumpah setia kepada Tsar dan sebagai gantinya tetap mempertahankan otonominya (seperti yang diatur oleh Perjanjian Pereyaslav tahun 1654). Namun, peristiwa ini juga memicu periode kekacauan di Hetmanat yang disebut "Kehancuran" (bahasa Ukraina: Ruina). Di sisi lain, keberhasilan pemberontakan ini dan serangan dari Rusia dan Swedia mengakhiri Zaman Keemasan Polandia dan mengakibatkan kehancuran besar-besaran. Periode ini dikenal dengan nama "Air Bah" (bahasa Polandia: Potop) dalam sejarah Polandia. Sementara itu, dalam sejarah Yahudi, pemberontakan ini dikenang akibat terjadinya kejahatan perang terhadap orang Yahudi yang dianggap sebagai penindas ekonomi oleh para petani.[3][2]

Catatan kaki

Bacaan lanjut

  • Sysyn, Frank E. (1987), "A curse on both their houses: Catholic attitudes toward the Jews and Eastern Orthodox during the Khmel'nyts'kyi Uprising in Father Pawel Ruszel "Fawor niebieski"", Israel and the Nations, hlm. xi–xxiv
  • Rosman, Moshe (Murray) J. (2003), "Dubno in the wake of Khmel'nyts'kyi", Jewish History, 17 (2): 239–255, doi:10.1023/a:1022352222729
  • Yakovenko, Natalia (2003), "The events of 1648–1649: contemporary reports and the problem of verification", Jewish History, 17 (2): 165–178
  • Kohut, Zenon E. (2003), "The Khmelnytsky Uprising, the image of Jews, and the shaping of Ukrainian historical memory", Jewish History, 17 (2): 141–163
  • Sysyn, Frank E. (2003), "The Khmel'nyts'kyi Uprising: a characterization of the Ukrainian revolt", Jewish History, 17 (2): 115–139
  • Plokhi, Serhii (2001), The Cossacks and Religion in Early Modern Ukraine, Oxford: Oxford University Press
  • Magocsi, Paul Robert (1996), A History of Ukraine, University of Washington Press, ISBN 0-295-97580-6
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan