Selasa, 27 Oktober 2026
10:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Pemberian intravagina

Pemberian intravagina

Bagikan:
Delivery of a substance inside the vaginaTemplat:SHORTDESC:Delivery of a substance inside the vagina
250px-Administering-med-vaginally-appliator.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemberian krim vagina menggunakan aplikator.
250px-Administering-med-vaginally-wo-applicator.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemberian tablet vagina tanpa aplikator.

Pemberian intravagina adalah rute pemberian obat di mana zat obat diaplikasikan di dalam vagina. Secara farmakologis, metode ini berpotensi menghasilkan efek terutama di vagina atau struktur di dekatnya (seperti bagian vagina dari serviks) dengan efek samping sistemik yang terbatas dibandingkan dengan rute pemberian obat jenis lainnya.[1][2][3]

Metode formulasi meliputi tablet vagina, krim vagina, gel vagina,[4][diperlukan kutipan medis.] supositoria vagina dan cincin vagina.

Metode ini digunakan sebagai metode pemberian untuk masalah yang berkaitan dengan kesehatan wanita, seperti kontrasepsi.[5] Obat-obatan yang terutama diberikan melalui pemberian intravagina meliputi estrogen dan progestogen (sekelompok hormon termasuk progesteron) yang diberikan melalui vagina, serta antibiotik dan antijamur untuk mengobati vaginosis bakterialis dan infeksi jamur pada vagina.

Obat-obatan juga dapat diberikan secara intravagina sebagai alternatif rute oral dalam kasus mual atau masalah pencernaan lainnya.[5]

Ini merupakan cara potensial untuk inseminasi buatan (disebut sebagai inseminasi intravagina atau IVI), yang terkadang digunakan di rumah tanpa kehadiran tenaga profesional.[6]

Referensi

  1. ↑ Alexander, Nancy J.; Baker, Edward; Kaptein, Marc; Karck, Ulrich; Miller, Leslie; Zampaglione, Edio (2004-07-01). "Why consider vaginal drug administration?". Fertility and Sterility. 82 (1): 1–12. doi:10.1016/j.fertnstert.2004.01.025. ISSN 0015-0282. PMID 15236978.
  2. ↑ Hussain, Alamdar; Ahsan, Fakhrul (2005-03-21). "The vagina as a route for systemic drug delivery". Journal of Controlled Release. 103 (2): 301–313. doi:10.1016/j.jconrel.2004.11.034. ISSN 0168-3659. PMID 15763615.
  3. ↑ Doyle, Glynda Rees; McCutcheon, Jodie Anita (23 November 2015). "6.4 Administering Medications Rectally and Vaginally | Clinical Procedures for Safer Patient Care". opentextbc.ca (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2017-05-02.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "U.S. FDA Approves Evofem Biosciences' Phexxi (lactic acid, citric acid and potassium bitartrate), the First and Only Non-Hormonal Prescription Gel for the Prevention of Pregnancy". Evofem Biosciences (Rilis pers). 22 Mei 2020. Diakses tanggal 22 Mei 2020 – via PR Newswire.{{cite press release}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 Woolfson, A. David; Malcolm, R. Karl; Gallagher, Rory (2000-01-01). "Drug Delivery by the Intravaginal Route". Critical Reviews in Therapeutic Drug Carrier Systems (dalam bahasa English). 17 (5): 509–555. doi:10.1615/CritRevTherDrugCarrierSyst.v17.i5.30. ISSN 0743-4863. PMID 11108158.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  6. ↑ Seattle Sperm Bank (2014-01-04). "Demystifying IUI, ICI, IVI and IVF". Seattle Sperm Bank (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-12-29.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan