Jumat, 23 Oktober 2026
18:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Byeongpung

Byeongpung

Bagikan:
250px-Korea-Gyeongju-Byeongpung-01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Byeongpung

Byeongpung (병풍) adalah jenis hiasan ruangan yang terdiri dari sekat-sekat lipat dekoratif yang dapat digunakan untuk menutupi atau menghiasi kamar bila direntangkan.[1] Jenis kerajinan ini telah dibuat sejak zaman kerajaan Silla dan menjadi barang yang diperdagangkan ke negeri Jepang bersama emas, perak dan kain sutra.[1] Byeongpung memiliki masing-masing panel dengan ukuran lebar 35-45 cm dan tinggi 160-180 cm.[1] Setiap panel atau papan dilapisi kertas yang dapat didekorasi dengan media kertas, kain sutra atau kain rami.[1] Karya yang dilukis di byeongpung adalah kaligrafi, lukisan atau sulaman.[1] Jumlah papan dan ukuran byeongpung tergantung dari fungsi pemakaiannya, tetapi selalu berjumlah genap.[1] Jumlah yang terkecil adalah dua sampai dua belas lapis papan yang dapat dengan mudah dibawa karena saling bersambungan.[1]

Salah satu tema lukisan byeongpung yang paling umum adalah sipjangsaeng atau sepuluh lambang umur panjang.[1] Byeongpung bergambar sipjangsaeng beserta bulan dan matahari diletakkan di belakang tahta raja Dinasti Joseon di istana, yang melambangkan kesetaraan raja dengan lambang tersebut.[1][2] Sipjangsaeng adalah matahari, gunung, air, batu, awan, cemara, kura-kura, burung jenjang, rusa dan rumput berkhasiat.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 An Illustrated Guide to Korean Culture - 233 traditional key words. Seoul: Hakgojae Publishing Co. 2002. hlm. 190-191. ISBN 89-8546-98-1.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: panjang
  2. ↑ (Inggris) Review/Art; Sampling of Treasures From 18th-Century Korea, nytimes.com. Diakses pada 12 Juni 2010.
Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan