Jumat, 09 Oktober 2026
05:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Jasu

Jasu

Bagikan:
250px-Hyungbae1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sulaman lencana (Hyungbae)

Jasu atau Sulaman Korea (์ž์ˆ˜;ๅˆบ็นก) adalah jenis kerajinan sulaman yang berasal dari Korea.[1] Teknik membuat jasu (jasujang) diperkenalkan dari Cina ke Korea pada masa Dinasti Goryeo dan berkembang dalam masyarakat Korea.[1] Orang Korea mengembangkan jasu untuk mendekorasi bahan tekstil dan hasil kerajinan tangan ini mencerminkan lingkungan kehidupan dan tradisi mereka.[1]

Pada masa Dinasti Goryeo, kerajinan jasu berkembang pesat dan dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain boksik jasu, giyong jasu, gamsang jasu, dan jasu yang berkaitan dengan agama Buddha.[1] Boksik jasu adalah jasu yang disulam untuk mempercantik pakaian dan disesuaikan dengan status dan jabatan.[1] Jenis sulaman ini hanya digunakan oleh orang-orang di istana.[1] Giyong jasu adalah jenis sulaman yang disulam pada beragam jenis perabotan di istana raja.[1] Gamsang jasu adalah jenis sulaman yang digunakan sebagai karya seni yang artistik seperti sulaman pada sekat dinding di kamar dan ruangan rumah.[1] Jasu Buddha adalah sulaman yang berhubungan dengan agama Buddha.[1]

Pameran di Indonesia

Pameran sulaman Korea pertama kali digelar di Jakarta pada bulan Oktober 2009 di Museum Nasional.[2] Pameran tersebut dihadiri oleh seorang ahli sulaman tradisional bernama Han Sang-soo.[2] Han Sang-soo dikenal sebagai tokoh yang dianugerahi gelar aset nasional hidup nomor 80 oleh pemerintah Korea Selatan.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 (Inggris) Jasu Diarsipkan 2010-02-13 di Wayback Machine, koreanculture. Diakses pada 29 Mei 2010.
  2. 1 2 3 (Inggris) Preserving Cultural Heritage through Korean Embroidery[pranala nonaktif permanen], ohmynews. Diakses pada 29 Mei 2010.


Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan