Kamis, 29 Oktober 2026
09:47 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pembantaian Lieyu 1987

Pembantaian Lieyu 1987

Bagikan:
Sejarah
Republik Tiongkok
Lambang nasional Republik Tiongkok
icon PortalTaiwan

Pembantaian Lieyu 1987, juga dikenal sebagai Insiden 7 Maret, Insiden Donggang atau Pembantaian Donggang, terjadi pada 7 Maret 1987 di Teluk Donggang, Pulau Lieyu ("Kinmen Kecil" atau "Quemoy Kecil"), Kinmen, Fujian, Republik Tiongkok. Menurut laporan keluarga korban pada tahun 2024, dua puluh empat orang perahu Vietnam tak bersenjata dibunuh oleh militer ROC, termasuk empat keluarga, delapan anak-anak (satu bayi), lima wanita (satu hamil) dan sebelas pria.[1][2][3]

Catatan

  1. ↑ "金門三七事件家屬首次來台 盼安置牌位+真相" [The family members of the March 7 Incident of Kinmen come to Taiwan for the first time, hoping to place a memorial monument and search for the truth] (dalam bahasa Traditional Chinese). Taipei, Taiwan: Television Broadcasts Satellite. 2024-08-09. Diakses tanggal 2024-08-09 – via Youtube.
  2. ↑ Hioe, Brian (8 Agustus 2024). "Control Yuan Calls for Justice Over 1987 Massacre of Vietnamese Refugees by the Military" (dalam bahasa Inggris). Taipei, Taiwan: New Bloom. Diakses tanggal 13 Agustus 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Li, Luffy; Van Trieste, John; Watt, Louise (9 Agustus 2024). "Relatives of Victims of 1987 Lieyu Massacre Call for Reburial" (dalam bahasa Inggris). Taipei, Taiwan: TaiwanPlus, Public Television Service. Diakses tanggal 13 Agustus 2024 – via Youtube.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan tambahan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan