Rabu, 04 November 2026
01:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Pemasaran astroturf

Pemasaran astroturf

Bagikan:
250px-Artificial_turf_green.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
AstroTurf, asal nama dari praktik pemasaran astroturf.

Pemasaran astroturf (bahasa Inggris:astroturfing) adalah praktik penyembunyian sponsor suatu pesan atau organisasi agar seolah-olah pesan atau organisasi tersebut didukung oleh masyarakat, walaupun pendukungnya merupakan partisipan akar rumput (grassroot).[1][2] Istilah pemasaran astroturf berasal dari AstroTurf, merek karpet sintesis yang dibuat menyerupai rumput alami. Hal ini bermaksud untuk menunjukkan bahwa upaya tersebut "asli", walaupun sebenarnya "palsu". Praktik ini umumnya digunakan oleh tokoh politik, agama, pengiklanan atau relasi publik. Pemasaran astroturf bermaksud untuk memberikan citra baik dan kredibel tanpa menggunakan sumber pendukung.

Sejarah

Walaupun praktik ini sudah mulai meningkat pada awal abad 2000, Praktik yang serupa sudah bermunculan pada tahun 1910. Pada saat itu, kampanye lain juga diluncurkan untuk mengedukasi kembali konsumen dan mengubah perilaku mereka terhadap cangkir kertas. Hal yang mendorong narasi ini adalah alasan kebersihan dan kesehatan.

Namun, yang berbeda dari seluruh upaya ini adalah bahwa penerbit "The Cup-Campaigner" tidak lain adalah Hugh Moore, salah satu pendiri Perusahaan Vendor Publik, yang kemudian menjadi Dixie Cup Company. Selain itu, Moore mendistribusikan materi yang berisi instruksi khusus tentang cara memengaruhi politikus lokal untuk mendukung upaya ini.[3]

Hal tersebut adalah awal dari gerakan memboikot produk untuk mendukung tujuan tertentu; sebuah alat yang telah menjadi salah satu pendekatan yang paling banyak digunakan dalam politik Amerika untuk mendorong perubahan saat ini. Pendekatan ini sebagian besar telah memungkinkan para kapitalis kaya dan perusahaan-perusahaan raksasa untuk memajukan kepentingan mereka dengan bantuan masyarakat. Aktivisme dan inisiatif ini berkembang pesat di awal abad ke-21, menunjukkan bahwa aktivisme konsumen dan keuntungan perusahaan dapat berjalan bersamaan. Pada saat yang sama, perkembangan ini telah mendorong perusahaan untuk mensponsori kegiatan konsumen yang progresif demi keuntungan operasi mereka sendiri.[3]

Istilah

Referensi

  1. ↑ Howard, Philip N. (2003). "Digitizing the Social Contract: Producing American Political Culture in the Age of New Media". The Communication Review. 6 (3): 213–45. doi:10.1080/10714420390226270. S2CID 145413399.
  2. ↑ Howard, Philip (2005). New Media Campaigns and the Managed Citizen. New York, NY: Cambridge University Press. hlm. 93, 144. ISBN 9780521612272.
  3. 1 2 Lee, Caroline W. (2010-02). "The Roots of Astroturfing". Contexts (dalam bahasa Inggris). 9 (1): 73–75. doi:10.1525/ctx.2010.9.1.73. ISSN 1536-5042.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan