Minggu, 18 Oktober 2026
11:15 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Hamam

Hamam

Bagikan:
250px-Hunkar_ve_Valide_Hamamlari_Harem_Topkapi_2007.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hamam dalam kompleks Istana Topkapi di Istanbul.
250px-Ba%C3%B1os_del_Almirante.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hamam di Valencia, Spanyol
250px-Soltan_amir_bath_house3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemandian Sultan Amir Ahmad, dibangun pada abad ke-16 di Iran.

Hamam[1] atau pemandian Turki (bahasa Turki:hamam, bahasa Arab:الحمام,, translit. ḥammām) adalah fasilitas pemandian umum khas Turki[2] yang merupakan variasi dari Pemandian Romawi, mandi uap, sauna, atau banya Rusia. Hamam dibedakan berdasarkan fokusnya kepada air, serta suasana dan kondisi uapnya yang berbeda.

Di Eropa Barat,apa yang disebut "pemandian Turki" adalah suatu metode membersihkan tubuh sekaligus relaksasi yang dipopulerkan pada Era Victoria. Proses yang dilakukan dalam pemandian Turki serupa dengan sauna, akan tetapi tradisi ini lebih terkait dengan tradisi pemandian Yunani Kuno dan Romawi.

Pemandian Turki dimulai dengan relaksasi dalam ruangan pertama (disebut ruangan hangat) yang dipanaskan oleh aliran udara panas yang kering, hal ini memungkinkan penggunanya bernapas dengan lega. Pengguna kemudian melanjutkan terapi dengan memasuki ruangan yang lebih panas (disebut ruangan panas) sebelum akhirnya mandi air dingin. Setelah mandi sempurna dengan membersihkan seluruh bagian tubuh, pengguna kemudian akan menikmati pijat, kemudian akhirnya memasuki ruangan pendinginan untuk relaksasi dan bersantai.[3]

Perbedaan antara hamam Islam dan Pemandian Turki Victoria adalah jenis udaranya. Udara panas di pemandian Turki Victoria adalah udara kering; sementara hamam Islam umumnya menggunakan uap panas yang lembap. Di pemandian Turki Victoria biasanya pengguna akan berendam dalam kolam air dingin setelah keluar dari ruangan panas, sementara hamam Islam biasanya tidak memiliki kolam untuk berendam; kecuali hamam itu memiliki sumber air. Di hamam Islam biasanya pengguna hanya mengguyur badan mereka dengan air dingin.

Pemandian Turki Victoria digambarkan oleh Dr Johann Ludwig Wilhelm Thudichum[4] dalam kuliahnya di Fakultas Kedokteran Royal Society pada 1861, satu tahun setelah Pemandian Turki Victoria dibuka di London:

Sebuah penemuan, sesuatu yang pernah hilang dan kini ditemukan kembali, adalah demikian, secara singkat: pengenaan udara panas terhadap tubuh manusia. Itu bukanlah udara basah, lembab, atau beruap; bukanlah uap dalam bentuk apapun. Itu adalah memasukkan seluruh tubuh dalam lingkungan berudara panas.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "hamam". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2016.
  2. ↑ Cosgrove, J. J. (2001) [1913], Design of the Turkish Bath, Books for Business, ISBN 978-0-89499-078-6
  3. ↑ "Hammam" by Hakim Syed Zillur Rahman, Jahan-i Tibb, Volume 7, Number 1, July–September 2005, Central Council for Research in Unani Medicine, Department of Ayurveda, Yoga and Naturopathy, Unani, Siddha and Homoeopathy, pages 12–17.
  4. ↑ "The Turkish bath" by J L W Thudichum, Transactions of the Royal Medical Society, 1861, page 40.

Daftar pustaka

Media terkait Hammams di Wikimedia Commons

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan