Minggu, 25 Oktober 2026
01:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Peledak kedalaman

Peledak kedalaman

Bagikan:
Depth_charge_bd.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Bom dalam tipe Mark XI yang digunakan oleh Angkatan Laut AS dalam Perang Dunia II. Tidak seperti bom dalam berbentuk silider/drum yang digunakan terlebih dahulu, Mark XI berbentuk lurus dan dilengkapi dengan sirip-sirip untuk menjaga arah tenggelam lurus dan tidak melenceng jauh dari target. Mark XI berisi 90,7 kg Torpex.

Peledak kedalaman (bahasa Inggris: depth charge) adalah salah satu senjata anti-kapal selam. Peledak kedalaman biasanya berbentuk silinder yang dilengkapi dengan peledak dan sebuah pemicu yang diset untuk meledak pada kedalaman tertentu. Peledak kedalaman dapat dilepaskan dari kapal atau pesawat bertujuan untuk menhancurkan kapal selam yang sedang menyelam.

Sejarah

Konsep awal dari peledak kedalaman pertama kali didiskusikan pada 1910. Ide tersebut pertama kali datang dari Panglima Royal Navy, George Callaghan, dan kemudian diproduksi pada 1914. Disainnya dikerjakan oleh Herbert Taylor di sekolah torpedo dan ranjau HMS Vernon di Portsmouth. Peledak kedalaman efektif pertama, "Tipe D" dikembangkan pada 1916 berisi 140 kg bahan peledak kuat (umumnya TNT). Sebuah pemicu akan memicu ledakan pada kedalaman tertentu. "Tipe D" dapat diset untuk meledak sampai dengan kedalaman 100 meter.

Peledak kedalaman kemudian meraih kesuksesan sehingga menarik perhatian Amerika Serikat. Pada 1943, Torpex, sebuah bahan peledak 50% lebih kuat dari TNT di

Lihat pula

Sistem senjata angkatan laut NATO
Umum
Senjata
Sistem khusus
Sensor
Radar
Optikal
Rudal angkatan laut
Sejarah
Topik terkait


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan