Minggu, 04 Oktober 2026
15:43 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Pelasgoi

Bagikan:

Nama Pelasgoi (bahasa Yunani Kuno:Πελασγοί, Pelasgoí, tunggal: Πελασγός, Pelasgós) adalah istilah yang digunakan oleh para penulis Yunani klasik untuk menyebut orang-orang yang menjadi nenek moyang bangsa Yunani,[1][2] atau untuk menyebut semua penduduk asli pada masa pra-klasik di Yunani. Secara umum, cakupan istilah "Pelasgoi" telah berkembang menjadi seluruh penduduk asli di kawasan Laut Aegea dan kebudayaan mereka, sebuah "istilah payung untuk penduduk kuno, primitif, dan kemungkinan [juga adalah penduduk] asli di dunia Yunani".[3]

Pada masa klasik, terdapat beberapa wilayah yang masih bertahan dengan nama ini di daratan Yunani, Kreta, dan wilayah lainnya di kawasan Laut Aegea. Orang-orang yang disebut "Pelasgoi" menuturkan sebuah bahasa yang dianggap "barbar" oleh orang Yunani, walaupun ada beberapa orang Yunani Kuno yang menganggap mereka sebagai orang Yunani. Terdapat pula tradisi yang menyatakan bahwa banyak wilayah Yunani yang pernah menjadi wilayah Pelasgoi sebelum akhirnya mengalami Helenisasi. Kebanyakan wilayah ini terletak di wilayah yang dihuni oleh orang-orang Ionia dan Aitolia pada abad ke-5 SM.[4]

Catatan kaki

  1. ↑ Abel 1966, hlm. 13: "Common fifth century tradition claimed not only that the Pelasgians were the oldest inhabitants of Greece and among the ancestors of the Greek heroes." harvnb error: tanpa target: CITEREFAbel1966 (bantuan)
  2. ↑ Brug 1985, hlm. 41: "The Greek sources identify the Pelasgians as forerunners of the Greeks in the Peloponnesus and Attica." harvnb error: tanpa target: CITEREFBrug1985 (bantuan)
  3. ↑ Rhodios & Green 2007, p. 223 (Commentary on I.987) harvnb error: tanpa target: CITEREFRhodiosGreen2007 (bantuan)
  4. ↑ "Ionian". Encyclopaedia Britannica. Encyclopaedia Britannica, Inc. Diakses tanggal 5 April 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan