Kamis, 22 Oktober 2026
14:05 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Pelajar internasional

Pelajar internasional

Bagikan:
250px-International_Students.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pelajar internasional di Lichteinstein

Pelajar internasional adalah pelajar, biasanya pada masa muda, yang belajar di sekolah luar negeri. Meskipun banyak universitas memiliki program pertukaran resmi, beberapa SMU juga memilikinya. Tujuan dari pelajar ini adalah meningkatkan penguasaan bahasa asing mereka atau memperdalam ilmu yang ditekuni. Dan juga di banyak negara di dunia, sebuah ijazah asing, terutama bila didapatkan dari negara tertentu, lebih dihargai dari lulusan lokal.

Umumnya pelajar internasional telah memiliki kemampuan bahasa negara yang dituju dengan baik, tetapi ada beberapa yang tidak begitu menguasai bahasa tersebut, dan menghadapi kesulitan untuk mengungkapkan dirinya dalam pembicaraan yang cepat. Dan bahkan kesulitan dalam menerima pelajaran yang diajarkan. Karena keterbatasan berbahasa ini kadang kala mereka diejek dan bahkan dihina.

Banyak negara menetapkan peraturan bagi pelajar internasional untuk membayar lebih tinggi dari warga negara tersebut. Diskriminasi ini biasanya didukung dengan alasan bahwa orang tua murid tidak membayar pajak negara asing tersebut. Namun begitu banyak pelajar internasional yang setelah lulus memutuskan untuk tinggal di negara tersebut dan menjadi warga negara yang produktif, sering kali tidak dianggap.

Pencapaian

Banyak kaum elit dari negara berkembang adalah didikan dari universitas barat. Ini termasuk individu seperti Ho Chi Minh dan Abdullah II Jordan. Ada daftar pelajar internasional terkenal di http://www.usastudyguide.com/famousstudents.htm.

Pelajar internasional dari Tiongkok

Banyak pelajar internasional dari Tiongkok dikirim ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan ke-20 oleh pemerintah untuk mencoba mengerti budaya dan teknologi Barat agar bisa diterapkan di budaya Tiongkok. Beberapa pelajar internasional yang menjadi ilmuwan terkenal, seperti Chen Ning Yang, Tsung-Dao Lee, dan Chien-Shiung Wu.

Tujuan pelajar internasional Tiongkok bervariasi pada masa lampau. Sebelum Perang Dunia II, Jepang dan Prancis adalah tujuan yang disukai. Dan pada 1950-an tujuan populernya adalah Uni Soviet. Pada 1960-an universitas terganggu oleh Revolusi Budaya, dan dimulai pada 1977, murid-murid Tiongkok lebih cenderung pergi ke Amerika Serikat.

Sebagian dari pelajar internasional ini menjadi warga negara di negara tempat mereka menetap. (Lihat Tionghoa perantauan, contohnya) Selain itu, jika melihat nilai prestis yang ditawarkan oleh gelar universitas asing, banyak pelajar internasional yang akhirnya menjadi pegawai negeri. Contohnya Lee Tenghui, James Soong, Deng Xiaoping dan Jiang Zemin.

Universitas-universitas yang memiliki banyak mahasiswa asing sering kali mempunyai kelompok-kelompok sendiri untuk menaungi para pelajar asing tersebut. Kelompok-kelompok ini sering kali menjadi bagian vital dalam komunitas di universitas. Mereka juga sering kali menyediakan teman-teman bagi para pelajar yang tidak memiliki teman maupun sanak keluaga di negara tersebut, dan memiliki kesulitan berhubungan dengan sebayanya yang memiliki bahasa ibu yang berbeda.

Potensi bahaya

Pelajar internasional biasanya tidak memiliki hubungan yang dekat dengan masyarakat lokal, sering kali mengakibatkan mereka menjadi kebingungan pada saat dihadapkan dengan masalah pelik maupun ancaman di dalam kehidupan mereka. Potensi bahaya dapat timbul baik dari masyarakat lokal maupun dari kelompok etnis pelajar tersebut sendiri.

Topik berhubungan

Pelajar internasional

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan