Senin, 19 Oktober 2026
16:14 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Pecunia non olet

Bagikan:

Pecunia non olet adalah pepatah Latin yang bermakna "uang tidak berbau". Pepatah ini diduga berasal dari ucapan kaisar Romawi Vespasianus (memerintah 69–79 M).[1]

Sejarah

250px-Vespasienne_Montr%C3%A9al.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
"Vespasienne" di Montreal, Kanada, 1930

Pajak pembuangan urine pertama kali diberlakukan oleh Kaisar Nero dengan nama "vectigal urinae" pada abad ke-1 Masehi. Pajak tersebut dihapus tak lama kemudian, tetapi diberlakukan kembali oleh Vespasianus kira-kira tahun 70 M untuk menambah pemasukan kekaisaran.[2]

Vespasianus memberlakukan pajak urine (bahasa Latin:vectigal urinae) terhadap pembuangan urine dari urinoar umum di Roma (masyarakat kelas bawah Roma buang air kecil ke dalam pispot, yang kemudian dikosongkan ke dalam tangki septik). Urine yang berasal dari urinoar umum ini dijual sebagai bahan baku pengolahan kimia. Urine tersebut antara lain digunakan dalam proses penyamakan, produksi wol, dan juga oleh penatu sebagai sumber amonia untuk membersihkan dan memutihkan toga wol. Pembeli urine ini diwajibkan membayar pajak.

Sejarawan Romawi Suetonius melaporkan bahwa ketika putra Vespasianus, Titus, mengeluhkan mengenai sifat pajak tersebut yang menjijikkan, ayahnya mengangkat sebuah koin emas dan bertanya apakah dia merasa terganggu dengan baunya (sciscitans num odore offenderetur). Ketika Titus berkata "Tidak," Vespasianus menjawab, "Sekalipun itu berasal dari air seni" (Atqui ex lotio est).[3][4]

Ungkapan pecunia non olet masih digunakan sampai sekarang untuk menyatakan bahwa nilai uang sama sekali tidak ternoda oleh asal-usulnya. Nama Vespasianus masih melekat pada penyebutan untuk urinoar umum di Italia (vespasiano) dan Prancis (vespasienne).

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Warren, Robert Penn (1946). All The King's Men. New York: Bantam. hlm. 359. ISBN 0-553-20454-8.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  2. ↑ "Feeling Overtaxed? The Romans Would Tax Your Urine". National Geographic News. 2016-04-14. Diakses tanggal 2019-03-04.
  3. ↑ Suetonius, Vespasian 23. English, Latin. Cf. Dio Cassius, Roman History, bk. 65, ch. 14.5 English, Greek/French (66, 14)
  4. ↑ "The Lives of the Twelve Caesars, by C. Suetonius Tranquillus;". www.gutenberg.org. Diakses tanggal 2019-03-04.

Sumber

  • Lissner, Ivar. Power and Folly: the story of the Caesars
  • Suetonius. De Vita Caesarum--Divus Vespasianus
  • Laporte, Dominique. History of Shit

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan