Senin, 12 Oktober 2026
22:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Pautan genetik

kecenderungan rangkaian DNA yang berdekatan pada kromosom untuk diwariskan bersama

Bagikan:

Pautan genetik (genetic linkage dalam bahasa Inggris) dalam genetika adalah fenomena di mana gen-gen yang berdekatan pada kromosom yang sama cenderung diwariskan bersama karena rendahnya frekuensi rekombinasi selama pembelahan sel (meiosis).[1] Konsep ini menjadi dasar pemetaan genetik untuk menemukan lokasi gen yang memengaruhi sifat tertentu. Pautan genetik pertama kali dikenali dan dijelaskan oleh ahli genetika Amerika Serikat, Thomas Hunt Morgan melalui penelitiannya dengan lalat buah (Drosophila melanogaster) di awal abad ke-20.[2]

Terdapat dua fase yang bisa terjadi antara dua lokus yang berpaut:

  • Fase bergandengan (cis atau coupling), Alel-alel dominan atau resesif untuk dua gen berada pada kromosom yang sama,
  • Fase berseberangan (trans atau repulsion), Alel dominan untuk satu gen dan alel resesif untuk gen lain berada pada kromosom yang sama, atau sebaliknya.

Pautan genetik dapat dipatahkan oleh peristiwa pindah silang, yang terjadi pada tahap profase I dalam meiosis. Semakin dekat posisi dua lokus, semakin rendah frekuensi pindah silangnya. Peristiwa pindah silang menjamin terjaganya variasi maksimum pada keturunan yang maksimal.[1]

Referensi

  1. 1 2 Morgan, T. H. (1910-07-22). "SEX LIMITED INHERITANCE IN DROSOPHILA". Science (New York, N.Y.). 32 (812): 120–122. doi:10.1126/science.32.812.120. ISSN 0036-8075. PMID 17759620.
  2. ↑ Kenney, Diana E.; Borisy, Gary G. (2009-03). "Thomas Hunt Morgan at the marine biological laboratory: naturalist and experimentalist". Genetics. 181 (3): 841–846. doi:10.1534/genetics.109.101659. ISSN 0016-6731. PMC 2651058. PMID 19276218.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=


Ikon rintisan

Artikel bertopik genetika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan