Selasa, 03 November 2026
13:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Pautan genetik

kecenderungan rangkaian DNA yang berdekatan pada kromosom untuk diwariskan bersama

Bagikan:

Pautan genetik (genetic linkage dalam bahasa Inggris) dalam genetika adalah fenomena di mana gen-gen yang berdekatan pada kromosom yang sama cenderung diwariskan bersama karena rendahnya frekuensi rekombinasi selama pembelahan sel (meiosis).[1] Konsep ini menjadi dasar pemetaan genetik untuk menemukan lokasi gen yang memengaruhi sifat tertentu. Pautan genetik pertama kali dikenali dan dijelaskan oleh ahli genetika Amerika Serikat, Thomas Hunt Morgan melalui penelitiannya dengan lalat buah (Drosophila melanogaster) di awal abad ke-20.[2]

Terdapat dua fase yang bisa terjadi antara dua lokus yang berpaut:

  • Fase bergandengan (cis atau coupling), Alel-alel dominan atau resesif untuk dua gen berada pada kromosom yang sama,
  • Fase berseberangan (trans atau repulsion), Alel dominan untuk satu gen dan alel resesif untuk gen lain berada pada kromosom yang sama, atau sebaliknya.

Pautan genetik dapat dipatahkan oleh peristiwa pindah silang, yang terjadi pada tahap profase I dalam meiosis. Semakin dekat posisi dua lokus, semakin rendah frekuensi pindah silangnya. Peristiwa pindah silang menjamin terjaganya variasi maksimum pada keturunan yang maksimal.[1]

Referensi

  1. 1 2 Morgan, T. H. (1910-07-22). "SEX LIMITED INHERITANCE IN DROSOPHILA". Science (New York, N.Y.). 32 (812): 120–122. doi:10.1126/science.32.812.120. ISSN 0036-8075. PMID 17759620.
  2. ↑ Kenney, Diana E.; Borisy, Gary G. (2009-03). "Thomas Hunt Morgan at the marine biological laboratory: naturalist and experimentalist". Genetics. 181 (3): 841–846. doi:10.1534/genetics.109.101659. ISSN 0016-6731. PMC 2651058. PMID 19276218.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=


Ikon rintisan

Artikel bertopik genetika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan