Jumat, 16 Oktober 2026
04:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Paus Inosensius VIII

Paus Inosensius VIII

Kepala Gereja Katolik dari tahun 1484 hingga 1492

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 1484 to 1492Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 1484 to 1492

Inosensius VIII
Uskup Roma
250px-Niccol%C3%B2_di_forzore_spinelli%2C_medaglia_di_innocenzo_viii_01.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Inosensius VIII dalam sebuah medali yang dirancang oleh Niccolò di Forzore Spinelli
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
29 Agustus 1484
Akhir masa kepausan
25 Juli 1492
PendahuluSistus IV
PenerusAleksander VI
Imamat
Tahbisan imam
ca 1450
Tahbisan uskup
28 Januari 1467
Pelantikan kardinal
7 Mei 1473
oleh Sistus IV
Informasi pribadi
Nama lahirGiovanni Battista Cybo (atau Cibo)
Lahir5 November[1] 1432
Genoa, Republik Genoa
Meninggal25 Juli 1492 (aged 59–60)
Roma, Negara Kepausan
AnakFranceschetto Cybo
Teodorina Cybo
Jabatan sebelumnya
LambangLambang Inosensius VIII
Paus lainnya yang bernama Inosensius
Gelar Kepausan untuk
Paus Inosensius VIII
60px-C_o_a_Inocentius_VIII.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gaya referensiYang Mulia
Gaya penyebutanYang Mulia
Gaya religiusBapa Suci
Gaya anumertaTidak ada

Paus Inosensius VIII (Latin: Innocentius VIII; Italia: Innocenzo VIII; 1432 – 25 Juli 1492), lahir Giovanni Battista Cybo (atau Cibo), Ia adalah kepala Gereja Katolik dan pemimpin Negara Kepausan dari tanggal 29 Agustus 1484 hingga kematiannya pada Juli 1492. Putra dari wakil raja Napoli, Cybo menghabiskan masa mudanya di istana Napoli. Ia menjadi seorang imam dalam rombongan Cardinal Calandrini, saudara tiri Paus Nikolaus V (1447–55); Uskup Savona di bawah Paus Paulus II; dan dengan dukungan Kardinal Giuliano Della Rovere ia diangkat menjadi kardinal oleh Paus Sistus IV. Setelah manuver politik yang intens oleh Della Rovere, Cybo terpilih menjadi paus pada tahun 1484. Raja Ferdinand I dari Napoli telah mendukung pesaing Cybo, Rodrigo Borgia. Pada tahun berikutnya, Paus Inosensius mendukung para baron dalam pemberontakan yang gagal.

Selama masa kepausannya, Paus Inosensius mengeluarkan bulla kepausan tentang sihir yang diberi nama Summis desiderantes affectibus. Pada bulan Maret 1489, Cem Sultan, saudara laki-laki Bayezid II yang menjadi tawanan, Sultan Kekaisaran Ottoman, berada dalam tahanan Inosensius. Karena menganggap saudaranya sebagai saingan, Sultan membayar Paus Inosensius agar tidak membebaskannya. Jumlah yang dibayarkannya kepada Paus Inosensius adalah 120.000 krona (jumlah yang setara dengan seluruh pendapatan tahunan Vatikan) selain beberapa relik suci dan sejumlah uang lain yang harus dibayarkan setiap tahun. Setiap kali Sultan mengancam perang terhadap Balkan yang mayoritas Kristen, Inosensius mengancam akan membebaskan saudaranya. Pada tanggal 28 Januari 1495, Cem dibebaskan oleh penerus Innocent, Paus Aleksander VI, dan diserahkan ke dalam tahanan tentara Raja Charles VIII dari Prancis.

  1. ↑ "Papa Innocenzo VIII" (dalam bahasa Italia). Il Commiato. Diakses tanggal 27 November 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan