Rabu, 14 Oktober 2026
20:50 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Paulus Tosari

Paulus Tosari

Bagikan:
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Interieur_van_een_kerk_Madjawarna_nabij_Soerabaja_Java_TMnr_10013685.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gereja Mojowarno tahun 1894

Paulus Tosari yang juga dikenal dengan sebutan Kiai Tosari (1813-1882) adalah salah seorang penginjil keturunan Madura di Pulau Jawa yang berbasis di Surabaya.[1] Ia sangat dikenal di kalangan Kristen Jawa Timur.[1] Adanya Gereja Kristen Jawi Wetan saat ini juga tidak lepas dari hasil pekerjaannya.[2] Paulus Tosari juga dikenal oleh banyak orang di luar daerahnya karena ia menulis pelajaran-pelajaran agama dalam bentuk tembang atau puisi Jawa.[1]

Riwayat Singkat

Paulus Tosari lahir pada tahun 1813 dan meninggal pada tahun 1882.[3] Ia pernah belajar di pesantren tetapi berjalan dengan kurang baik.[3] Tosari pernah berguru kepada Coolen pada tahun 1840.[3] Paulus Tosari merupakan salah satu dari pengikut Coenrad Laurens Coolen yang diusir dari Ngoro dan semula tinggal di Sidokare.[4] Setelah pindah dari Sidokare ke Mojowarno ia justru tampil sebagai pemimpin rohani umat.[4] Ia menjadi penginjil dan sekaligus guru jemaat Mojowarno.[4] Di dalam kepemimpinannya, Mojowarno berkembang bebas dan penuh dengan semangat untuk berdikari.[4] Keinginan Paulus Tosari yang utama adalah melepaskan diri dari bayang-bayang Gereja Protestan Surabaya.[4] Ia pun melakukan penginjilan di daerah yang terentang antara Sidoarjo sampai Madiun.[4] Segala kegiatan penginjilan itu dilakukan pada sekitar tahun 1848.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 Mardja. 1967. Kiayi Paulus Tosari. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
  2. ↑ Handoyomarno. 1976. Benih yang Tumbuh 7: Gereja Kristen Jawi Wetan. Malang: Gereja Kristen Jawi Wetan.
  3. 1 2 3 van den End. 2007. Ragi Carita 1. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 S.H. Soekotjo. 2009. Sejarah Gereja-gereja Kristen Jawa - jilid 1. Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen. hlm. 104.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan