Sabtu, 24 Oktober 2026
05:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Paul Matschie

Paul Matschie

Bagikan:
250px-Paul_Matschie_%28BerlLeben_1901-09%29.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Paul Matschie

Paul Matschie (11 Augustus 1861, Brandenburg an der Havel – 7 Maret 1926, Friedenau) adalah seorang zoolog Jerman.

Ia mempelajari matematika dan ilmu alam di Universitas Halle dan Berlin, kemudian bekerja sebagai sukarelawan di Museum Zoologi Berlin di bawah pengawasan Jean Cabanis (1816–1906). Pada 1892, ia ditugaskan untuk mengelola departemen mamalia di museum tersebut, belakangan menjadi kurator (1895), dan pada 1902, mendapat gelar profesor. Pada 1924, ia menjadi direktur kedua dari museum itu.

Antara tahun 1891–1893, ia mendeskripsikan 11 spesies reptil baru.[1] Sebuah spesies tokek, Hemidactylus matschiei (Tornier, 1901), dinamai untuk menghormatinya.[2] Matschie mengelola Kongres Zoologi Internasional kelima di Berlin, dan selama beberapa tahun menjadi penyuting dari jurnal Natur und Haus.[3]

Kanguru pohon matschie (Dendrolagus matschiei) dan galago matschie (Galago matschiei) adalah dua spesies mamalia yang menyandang namanya.

Referensi

  1. ↑ "Matschie". The Reptile Database. www.reptile-database.org.
  2. ↑ Beolens, Bo; Watkins, Michael; Grayson, Michael (2011). The Eponym Dictionary of Reptiles. Baltimore: Johns Hopkins University Press. xiii + 296 pp. ISBN978-1-4214-0135-5. ("Matschie", p. 171).
  3. ↑ Andreas W. Daum, Wissenschaftspopularisierung im 19. Jahrhundert: Bürgerliche Kultur, naturwissenschaftliche Bildung und die deutsche Öffentlichkeit, 1848–1914. Munich: Oldenbourg, 1998, pp. 367, 385, 408, 435, 501.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan