Kamis, 01 Oktober 2026
23:17 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Pascual Jordan

Pascual Jordan

Bagikan:
Pascual Jordan
250px-Pascual_Jordan_1920s.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pascual Jordan pada tahun 1920-an
Lahir18 Oktober 1902
Meninggal31 Juli 1980(1980-07-31) (umur 77)
Dikenal karenaMekanika kuantum, teori medan kuantum, mekanika matriks, aljabar Jordan
Karier ilmiah
BidangFisika teori
Tempat kerjaUniversitas Teknik Hanover
Universitas Göttingen
Max Born
Mahasiswa doktoral
Jürgen Ehlers, Engelbert Schücking

Ernst Pascual Jordan (Jerman:[ˈjɔɐ̯daːn]; 18 Oktober 1902 – 31 Juli 1980) adalah seorang fisikawan dan matematikawan teoretis asal Jerman. Ia berkontribusi penting dalam mekanika kuantum dan teori medan kuantum dengan menuliskan bentuk matematis dari mekanika matriks, dan mengembangkan hubungan antikomutasi kanonik bagi fermion. Ia juga menciptakan aljabar Jordan, yang hingga saat ini digunakan dalam mempelajari dasar-dasar matematis dan konsep dari teori kuantum, selain aplikasi matematisnya yang lain.[1]

Karya ilmiah

Bersama dengan Max Born dan Werner Heisenberg, Jordan merupakan penulis rangkaian makalah yang penting mengenai mekanika kuantum.[2] Ia mempelopori teori medan kuantum awal [2] sebelum mengalihkan perhatiannya pada kosmologi sebelum Perang Dunia II.

Jordan menerapkan suatu jenis aljabar nonasosiatif, sekarang dinamai sebagai aljabar Jordan untuk menghormatinya, dalam upaya untuk membuat suatu aljabar yang mampu teramati bagi mekanika kuantum dan teori medan kuantum. Saat ini, aljabar von Neumann juga dipergunakan dalam hal ini. Aljabar Jordan sejak saat itu telah diterapkan pada geometri projektif, teori bilangan, analisis kompleks, optimisasi, dan bidang lainnya yang terkait dengan matematika murni dan terapan, serta terus digunakan dalam mempelajari dasar-dasar matematis dan konsep dari teori kuantum.

Pada tahun 1966, Jordan menerbitkan karya setebal 182-halaman berjudul Die Expansion der Erde. Folgerungen aus der Diracschen Gravitationshypothese (Ekspansi Bumi. Kesimpulan dari hipotetis gravitasi Dirac)[3] di mana ia mengembangkan teorinya bahwa, menurut hipotesis Paul Dirac mengenai pelemahan gravitasi secara tunak sepanjang sejalah alam semesta, Bumi mungkin mengalami pengerutan hingga ukurannya saat ini, dari awalnya sebuah bola berdiameter sekitar 7.000 kilometer (4.300 mi). Teori ini mampu menjelaskan mengapa lapisan bawah sima yang elastis pada kerak Bumi memiliki ketebalan yang relatif seragam, sedangkan lapisan atas sial yang rapuh terpecah menjadi lapisan utama lempeng benua. Benua-benua yang harus beradaptasi dengan permukaan bola yang tumbuh lebih rata, pegunungan di permukaan bumi, dalam perjalanannya, akan menjadi seperti lipatan yang menyempit.[4] Terlepas dari waktu yang telah dihabiskan Jordan dalam pengembangan teori Bumi, pekerjaan geologisnya tersebut tidak pernah dianggap serius oleh fisikawan atau ahli geologi.[5]

Karya terpilih

Lihat pula

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pascual Jordan.
Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Pascual Jordan.

Referensi

  1. ↑ McCrimmon, Kevin (2004) A Taste of Jordan Algebras. Springer. ISBN0-387-95447-3
  2. 1 2 Silvan S. Schweber, QED and the Men Who Made It: Dyson, Feynman, Schwinger, and Tomonaga, Princeton: Princeton University Press, 1994, ISBN0-691-03327-7.
  3. ↑ Die Wissenschaft, vol. 124. Friedrich Vieweg & Sohn, Braunschweig 1966
  4. ↑ Heinz Haber: "Die Expansion der Erde" [The expansion of the Earth]. Unser blauer Planet [Our blue planet]. Rororo Sachbuch [Rororo nonfiction] (dalam bahasa German) (Edisi Rororo Taschenbuch Ausgabe [Rororo pocket edition]). Reinbek: Rowohlt Verlag. 1967 [1965]. hlm. 48, 52, 54–55.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ↑ Kragh, Helge (2015). "Pascual Jordan, Varying Gravity, and the Expanding Earth". Physics in Perspective (dalam bahasa Inggris). 17 (2): 107–134. Bibcode:2015PhP....17..107K. doi:10.1007/s00016-015-0157-9.

Bacaan lebih lanjut

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan