Senin, 28 September 2026
04:06 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Parysatis (putri Artahsasta III)

Parysatis (putri Artahsasta III)

250px-The_weddings_at_Susa%2C_Alexander_to_Stateira_and_Hephaistion_to_Drypetis_%28late_19th_century_engraving%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pernikahan Susan pada masa Aleksander Agung, ketika Aleksander menikahi Stateira II dan Hephaistion menikahi Drypetis. Parysatis, yang merupakan putri bungsu Artahsasta III, juga dinikahkan dengan Aleksander Agung dalam rangkaian Pernikahan Susan. Peristiwa tersebut berlangsung pada 324 SM.

Parysatis, merupakan putri bungsu Artahsasta III dari Persia, ia menikah dengan Aleksander Agung pada tahun 324 SM di Pernikahan Susan. Ia mungkin telah dibunuh oleh istri pertama Aleksander, Roxana, pada tahun 323 SM.

Kehidupan awal

Setelah pembunuhan ayahandanya pada tahun 338 SM, saudaranya Arses memerintah sebentar, sebelum digantikan oleh sepupu kedua mereka, Darius III, pada tahun 336 SM.[1] Kemungkinan setelah kematian ayahandanya, Parysatis dan saudari-saudarinya terus tinggal di istana Persia. Selama kampanye Darius melawan serangan Aleksander Agung, Parysatis dan saudari-saudarinya, bersama dengan banyak anggota elit Persia lainnya, menemani tentara Persia. Setelah Pertempuran Issos pada tahun 333 SM, Parysatis dan banyak kerabatnya ditangkap di Damaskus oleh seorang jenderal Makedonia Parmenion.[2]

Aleksander III dari Makedon

Terdapat kemungkinan bahwa Parysatis tinggal di Susan bersama dengan wanita keluarga Darius sementara Aleksander memimpin sebuah kampanye di India.[2] Menurut Arrianos, pada tahun 324 Parysatis menikah dengan Aleksander di Susa. Pada hari yang sama, Aleksander menikahi putri sulung Darius, Stateira. Dengan menikahi kedua wanita itu, Aleksander mengokohkan hubungannya dengan kedua cabang keluarga Kekaisaran Akhemeniyah.[2][3] Perayaan pernikahan itu berlangsung selama lima hari. Selama masa itu, 90 bangsawati Persia lainnya menikah dengan orang Makedonia dan tentara Yunani lainnya yang setia kepada Aleksander.[3]

Setelah menikah, tidak ada catatan tertulis lebih lanjut yang merujuk Parysatis oleh nama; namun beberapa sejarawan termasuk Elizabeth Donnelly Carney, percaya bahwa di dalam kasus kematian Stateira, Plutarkhos salah mengartikan Parysatis sebagai saudari Stateira Drypetis. Di dalam sejarah Plutarkhos, setelah kematian Aleksander pada tahun 323 SM, istri pertamanya, Roxana, memerintahkan pembunuhan terhadap Stateira dan saudarinya untuk memperkuat posisinya sendiri dan pendapat putranya, Aleksander. Carney berpendapat bahwa Parysatis "lebih masuk akal sebagai korban pembunuhan".[2] Jika Parysatis adalah istri Aleksander, maka seperti Stateira, terdapat kemungkinan ia dapat – atau dapat mengaku hamil dengan anaknya, dan dengan demikian mengancam Roxana.[2]

Referensi

  1. ↑ Garthwaite (2005), p. 39.
  2. 1 2 3 4 5 Carney (2000), p. 110.
  3. 1 2 O'Brien (2001), p. 197.

Sumber

  • Carney, Elizabeth Donnelly (2000), Women and Monarchy in Macedonia, Norman, OK: University of Oklahoma Press, ISBN 0-8061-3212-4
  • Garthwaite, Gene R. (2005), The Persians, Malden, MA: Blackwell Publishing, ISBN 1-55786-860-3
  • O'Brien, John Maxwell (2001), Alexander the Great: The Invisible Enemy - A Biography, New York: Routledge, ISBN 0-415-10617-6
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan