Selasa, 13 Oktober 2026
01:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Partai Rakyat Slovakia

partai politik

Bagikan:

Partai Rakyat Slovakia Hlinka yang juga dikenal sebagai Partai Rakyat Slovakia (Slovenská ľudová strana / SĽS) atau Partai Hlinka merupakan partai politik klerikal-fasis sayap kanan yang mengusung ideologi autoritarianisme dan fundamentalisme Katolik secara kuat. Para anggota maupun pengikut partai ini secara historis dikenal dengan sebutan ľudáci. Partai ini berdiri pada era Kekaisaran Austria-Hongaria dengan agenda memperjuangkan kebebasan demokratis, kemerdekaan, serta kedaulatan Slovakia, sekaligus membendung pengaruh liberalisme. Pascapembentukan Republik Cekoslowakia, partai tersebut mempertahankan haluan konservatifnya dengan menolak doktrin Cekoslowakisme dan menuntut otonomi daerah. Namun, pada paruh kedua dekade 1930-an, maraknya rezim totaliter di Eropa serta kegagalan mencapai tujuan politik jangka panjang mengikis kepercayaan partai terhadap sistem demokrasi, hingga mendorong intrik ideologisnya ke arah yang lebih radikal seperti fasisme.[1]

Pasca-penggabungan dengan sejumlah partai politik lain pada November 1938 yang membentuk Partai Rakyat Slovakia Hlinka Partai Persatuan Nasional Slovakia partai ini mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan politik dominan di Republik Slovakia. Selain mengadopsi struktur negara totaliter, partai ini juga menampung faksi pro-Nazi secara terbuka yang mendominasi arah kebijakan nasional antara tahun 1940 dan 1942. Kepemimpinan partai dipegang oleh imam Katolik Andrej Hlinka (1913–1938) dan dilanjutkan oleh Jozef Tiso (1939–1945). Media propaganda utama yang dikelola meliputi Slovenské ľudové noviny (Berita Rakyat Slovakia, 1910–1930), Slovák (1919–1945), dan Slovenská pravda (Kebenaran Slovakia, 1936–1945).[2]

Sejarah

Austria-Hongaria (1905–1918)

Proses pembentukan partai tersebut berlangsung selama beberapa tahun. Di luar Partai Sosial Demokrat Slovakia yang berusia singkat (1905–1906), Partai Nasional Slovakia (Slovenská národná strana / SNS) menjadi satu-satunya entitas politik di Austria-Hongaria yang memperjuangkan kepentingan masyarakat Slovakia pada pergantian abad ke-19 dan ke-20. Sementara itu, Gerakan Rakyat Slovakia awalnya tumbuh di dalam Partai Rakyat Hongaria (Néppárt, berdiri 1895) yang menentang liberalisme serta populer di kalangan umat religius Slovakia. Program partai ini merespons berbagai persoalan sosial-ekonomi masyarakat, seperti gelombang emigrasi, praktik tengkulak/riba, korupsi, serta tekanan asimilasi budaya (Magyarisasi). Pergeseran ideologis yang terjadi secara bertahap mendorong para politisi Slovakia membentuk faksi tersendiri. Ketegangan ini mencapai puncaknya pada November 1905 ketika hierarki partai menuntut satu-satunya anggota parlemen mereka, František Skyčák, untuk menandatangani pakta penolakan terhadap agenda Slovakia. Setelah menolak tuntutan tersebut, Skyčák mengumumkan deklarasi pembentukan partai politik baru pada 5 Desember 1905.[3]

Sejumlah tokoh lain, termasuk pendeta Katolik Andrej Hlinka, bergabung dengan organisasi tersebut pada awal tahun 1906 sebelum Partai Rakyat Slovakia (Slovenská ľudová strana / SĽS) didirikan secara resmi pada 18 Maret 1906 oleh František Skyčák, Milan Hodža, dan A. Ráth. Kendati demikian, berdasarkan kesepakatan pada April 1906, partai ini memilih untuk berpartisipasi dalam pemilu di bawah naungan Partai Nasional Slovakia (SNS) hingga tahun 1913 demi mencegah terpecahnya perolehan suara pemilih Slovakia. Meskipun memiliki program kerja yang hampir identik, SĽS secara khusus mengusung agenda demokratisasi yang kuat, termasuk reformasi liberal seperti jaminan kebebasan berpendapat dan hak pilih universal. Di tengah maraknya manipulasi pemilu di Hongaria pada masa itu, SĽS berhasil mengamankan enam kursi deputi dan SNS memperoleh satu kursi dari total 415 kursi di Parlemen Hongaria pada Pemilu 1906. Pencapaian ini direspon oleh Pemerintah Hongaria melalui penerapan berbagai kebijakan represif guna menekan kebangkitan kesadaran nasional serta artikulasi politik masyarakat Slovakia.[4]

Republik Cekoslowakia Pertama (1918–1938)

Pascapembentukan Republik Cekoslowakia, SĽS melanjutkan aktivitas politiknya pada 19 Desember 1918 di Žilina. Pada 17 Oktober 1925, partai ini mengubah namanya menjadi Partai Rakyat Slovakia Hlinka (HSĽS) guna membedakan identitasnya dari Partai Rakyat Cekoslowakia. Selama sebagian besar periode antarperang (interbellum), HSĽS merupakan partai politik paling populer di Slovakia dan berpartisipasi secara konstitusional dalam spektrum demokrasi hingga tahun 1938. Partai ini umumnya berperan sebagai oposisi yang tetap loyal terhadap kedaulatan Cekoslowakia. Doktrin dan program kerja partai berlandaskan pada nilai-nilai keagamaan, nasionalis, sosial, dan konstitusional, yang dipengaruhi oleh ensiklik gereja Rerum novarum serta Quadragesimo anno untuk menarik pemilih Katolik. HSĽS menolak liberalisme ekonomi dan konsep perjuangan kelas dari kelompok sosialis maupun komunis, yang dipandang sebagai penentang utama ideologi partai. Pada aspek konstitusional, tuntutan otonomi Slovakia didasarkan pada Perjanjian Pittsburgh, sebagai bentuk perlawanan terhadap sentralisme dan doktrin etnisitas tunggal "Cekoslowakisme" yang menolak identitas terpisah bangsa Slovakia. Di samping program politiknya, popularitas HSĽS turut ditopang oleh karisma serta kultus individu terhadap Andrej Hlinka.[2][5]

250px-Andrej_Hlinka_1937.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Andrej Hlinka (foto di atas) adalah pendiri Partai Rakyat Slovakia.

Republik Slovakia Pertama (1939–1945)

Dalam upaya terakhir mempertahankan keutuhan negara, pemerintah pusat di Praha memberhentikan Jozef Tiso dari jabatannya sebagai Perdana Menteri dan menunjuk Karol Sidor sebagai penggantinya. Beberapa hari kemudian, di tengah maraknya provokasi dari pihak Jerman, Adolf Hitler mengundang Tiso ke Berlin untuk mendesaknya memproklamasikan kemerdekaan Slovakia. Hitler menegaskan bahwa jika tuntutan tersebut diabaikan, Jerman tidak akan memedulikan nasib wilayah Slovakia. Dalam pertemuan tersebut, Joachim von Ribbentrop turut menyampaikan laporan rekayasa yang mengklaim bahwa pasukan Hungaria mulai mendekati perbatasan Slovakia. Menanggapi tekanan tersebut, Tiso menolak untuk mengambil keputusan secara sepihak dan memperoleh izin dari Hitler untuk menggelar sidang Parlemen Slovakia guna menyetujui deklarasi kemerdekaan dari Cekoslowakia.[6][5]

Referensi

  1. ↑ antaranews.com (2023-09-30). "Hari ini rakyat Slovakia pilih antara partai pro-Rusia dan pro-Barat". Antara News. Diakses tanggal 2026-09-27.
  2. 1 2 "Pemimpin Partai Rakyat Slovakia Marian Kotleba Dituntut Penjara karena Beri Cek dengan Angka yang 'Ke-Nazi-Nazian'". VOI - Waktunya Merevolusi Pemberitaan. Diakses tanggal 2026-09-27.
  3. ↑ Letz 2006, hlm. 20. sfn error: tanpa target: CITEREFLetz2006 (bantuan)
  4. ↑ Letz 2006, hlm. 22. sfn error: tanpa target: CITEREFLetz2006 (bantuan)
  5. 1 2 "Slovak Journal of Political Sciences". sjps.fsvucm.sk. Diakses tanggal 2026-09-27.
  6. ↑ Baka 2010. sfn error: tanpa target: CITEREFBaka2010 (bantuan)


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan