Senin, 21 September 2026
20:10 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Partai Progresif Demokrat

partai politik di Republik Tiongkok

Untuk kegunaan lain, lihat Partai Progresif Demokrat (disambiguasi).
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Partai Progresif Demokrat"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(December 2010)
Untuk Koalisi Pan-Hijau, lihat Koalisi Pan-Hijau.
Democratic Progressive Party
民主進步黨
SingkatanDPP
Ketua umumWilliam Lai
Sekretaris JenderalHsu Li-ming
DibentukSeptember 28, 1986;39 tahun lalu (1986-09-28)
Kantor pusat10F-30, Beiping East Rd.
Distrik Zhongzheng, Taipei, Taiwan
10049[1]
Wadah pemikirNew Frontier Foundation
Keanggotaan (2024)Kenaikan 335,643
IdeologiProgresivisme[2][3][4]
Liberalisme sosial[5][6]
Demokrasi sosial[6][7]
Nasionalisme Taiwan[5][8]
Posisi politikKiri tengah[8][9][10][11][a]
Afiliasi nasionalKoalisi Pan-Hijau
Afiliasi regionalDewan Liberal dan Demokrat Asia
Afiliasi internasionalLiberal International
Warna  Hijau
Yuan Legislatif
51 / 113
Wali Kotamadya
2 / 6
Hakim/wali kota
3 / 16
Anggota Dewan
277 / 910
Wali Kotapraja/Kota
40 / 204
Bendera
[[Berkas:|border|frameless|upright=0.6]]
Situs web
www.dpp.org.tw/en/about
^ a: PPD juga dicirikan sebagai sentris[12] pada spektrum politik internasional karena posisi historisnya sebagai partai oposisi tenda besar utama yang mendukung demokrasi. Secara umum, DPP sering digambarkan sebagai partai kiri tengah, dan diterima sebagai bagian dari kubu sayap kiri Taiwan.[11]

Partai Progresif Demokrat (Hanzi: 民主進步黨, bahasa Inggris: Democratic Progressive Party) adalah salah satu partai politik besar di Republik Tiongkok (Taiwan) yang memerintah sekarang ini. Partai ini mempunyai tujuan utama memerdekakan Taiwan sebagai negara berdaulat yang lain daripada konsep yang ditanamkan oleh Kuomintang dan Partai Komunis Tiongkok yang sepakat bahwa Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari Tiongkok.

Referensi

  1. "DPP governance, committed to excellence". www.dpp.org.tw.
  2. "Why Do Taiwanese Empathize With Hong Kong Protesters?". The News Lens. 20 November 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Juli 2020. Diakses tanggal 7 Juli 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Progressives: Taiwan Would Like Your Attention". The Nation. 9 Januari 2020. Diakses tanggal 7 Juli 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Casey, Michael (Juni 12, 2016). "Time to Start Worrying about Taiwan". The National Interest. Diakses tanggal Februari 9, 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 Taiwan International Review, Volume 5. Democratic Progressive Party of Taiwan, Mission in the United States. 1999. hlm. 13. The DPP resembles a cross - mix of Western social democratic and liberal values .
  6. "Terry Glavin: Taiwan and its courageous leader a rare bright spot in our dreary COVID world". National Post. Mei 20, 2020. Diakses tanggal Juni 19, 2020. President Tsai went into Wednesday's ceremony with an approval rating of 70.3 per cent after besting her opponents in a landslide re-election in January, all the while quietly enduring Beijing's subversive efforts to unseat her and Xi Jinping's constant threats of war and occupation.The Taiwanese have been blessed with four years of Tsai's avowedly liberal, mildly social-democratic and happily free-enterprise government.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 Carin Holroyd, ed. (2020). Introducing East Asia: History, Politics, Economy and Society. Routledge. ISBN 9781317409922. Launched in 1986, the Democratic Progressive Party (DPP) is one of the two main political parties in Taiwan. The DPP is a centre-left, pan-Green party with a Taiwanese nationalist, strongly antiCommunist focus.
  8. "Hurry up: Taiwan's president has upset both business and workers". The Economist. Mei 26, 2018. Diakses tanggal Juni 25, 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. 1 2 "Viewing Taiwan From the Left". Jacobin magazine. 2020-01-10. Diakses tanggal 2020-05-06.

Sejarah

Partai Progresif Demokrat adalah sebuah partai yang berawal dari perkumpulan para tokoh oposisi terhadap partai pemerintah Kuomintang masa itu. Semula, pemerintah dengan mudah merepresi kekuatan oposisi ini dengan dalih Undang-undang Darurat yang dimaklumatkan sejak tahun 1949. Puncak dari perlawanan oposisi ini pecah pada tahun 1979 yang terkenal dengan Insiden Pulau Formosa (Hanzi: 美麗島事件) berakibat dipenjarakannya beberapa tokoh oposan terkenal seperti Shih Ming-te, Annette Lu, Hsu Hsin-liang, Lin Yi-hsiung dan lain-lain.

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Democratic Progressive Party.


20px-Flag-map-of-taiwan.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Taiwan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan