Selasa, 03 November 2026
05:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Partai Demokrat (Kamboja)

partai politik di Kamboja

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Partai Demokrat Khmer.
Partai Demokrat
ក្រុមប្រជាធិបតេយ្យ
Sekretaris JenderalIeu Koeus
Norodom Phurissara
PendiriSisowath Youtevong
Dibentuk1946
Dibubarkan1957
Ideologi • Nasionalisme Khmer
 • Anti-imperialisme
 • Sosialisme demokrat
 • Demokrat sosial
Posisi politikTengah kiri sampai sayap kiri
Lambang pemilu
kepala gajah dan tiga bunga teratai

Partai Demokrat (bahasa Khmer:ក្រុមប្រជាធិបតេយ្យ, "Grup Demorkat") adalah sebuah partai politik pro-kemerdekaan sayap kiri yang dibentuk pada tahun 1946 oleh Pangeran Sisowath Youtevong, yang sebelumnya menjadi anggota Badan Buruh Internasional Prancis. Partai tersebut merupakan partai dominan tunggal di Kamboja dari 1946 sampai pembentukan Sangkum pada 1955.

Slogannya adalah "Damai, Merdeka, Disiplin dan Berani" dan simbol elektoralnya adalah kepala gajah dan tiga bunga teratai.[1]

Hasil pemilihan umum

Pemilihan Total kursi yang dimenangkan Total suara Pembagian suara Hasil pemilihan Pemimpin pemilihan
1946
50 / 67
N/A 73.0% Kenaikan 50 kursi; partai pemerintahan Sisowath Youtevong
1947
44 / 75
N/A N/A Penurunan 6 kursi; partai pemerintahan Sisowath Watchayavong
1951
54 / 78
N/A N/A Kenaikan 10 kursi; partai pemerintahan Huy Kanthoul
1955
0 / 91
93,921 12.3% Penurunan 54 kursi; tidak ada kursi Norodom Phurissara

Referensi

  1. ↑ Martin, M. A. Cambodia: a shattered society, Univ. of California Press, p. 51
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan