Jumat, 30 Oktober 2026
20:14 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Parsel (konsinyasi)

Parsel (konsinyasi)

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Parsel (disambiguasi).
250px-Cargo_net_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kargo sedang diturunkan dari sebuah kapal dengan menggunakan jaring kargo di Pelabuhan Baru Haikou, Haikou City, Hainan, Tiongkok
250px-Cargolux_B747-400F.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Boeing 747-400F milik Cargolux dengan pintu bagian depan dibuka

Parsel adalah hasil pembagian kargo yang berjumlah banyak menjadi beberapa konsinyasi, sehingga dapat dikirim dengan lebih mudah dan murah. Parsel merupakan unit yang sehari-hari digunakan dalam pengiriman dan penerimaan berbagai macam kargo. Parsel dapat memiliki berbagai macam bentuk maupun ukuran. Ukurannya dapat bervariasi dari sebuah parsel surat hingga 100 kotak anggur, dengan batas maksimal, misalnya, 4 juta barel kargo minyak yang cukup untuk mengisi sebuah kapal tanker minyak.[1]

Ukuran parsel

Tiap produk memiliki ukuran parsel tersendiri, agar dapat diangkut dengan cara yang paling murah. Hal ini disebut sebagai distribusi ukuran parsel. Sehingga, distribusi ukuran parsel untuk batu bara berbeda dengan bijih, biji padi-padian, atau gula.

Untuk transportasi curah lewat laut, terdapat sejumlah ukuran parsel yang umum digunakan. Untuk batu bara biasanya antara 20.000 dan 160.000 ton, tetapi untuk mayoritas ukuran parsel kargo biasanya antara 150.000 dan 60.000 ton. Bijih besi biasanya diangkut dengan ukuran parsel 150.000 ton, sementara biji padi-padian biasanya dengan ukuran antara 60.000 dan 25.000 ton. Dalam pengangkutan gula, ukuran parsel yang paling umum adalah sekitar 25.000 ton.

Memaksimalkan parsel ke ukuran maksimum membantu keekonomian skala. Hal inipun membuat makin banyak kapal berukuran besar beroperasi pasca Perang Dunia II.

Walaupun begitu, ada sejumlah faktor yang membatasi ukuran parsel, yakni:

  • Tingkat stok;
  • Ketersediaan kedalaman;
  • Berkurangnya keekonomian skala pada kapal besar.

Transisi dari curah ke kargo dimulai saat ukuran parsel lebih kecil daripada kapasitas dari suatu kapal. Hal inipun membuat kapal mulai mengangkut sejumlah parsel secara bersamaan, sehingga memerlukan peti kemas curah menengah, yang membuat biaya pengangkutan meningkat tajam. Dengan hadirnya peti kemas, parsel kecil kini pun dapat diangkut dengan lebih efisien, sebagaimana sebelumnya kargo mengalahkan keekonomian skala dari transportasi curah.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ M. Stopford (1997). Maritime Economics II. Routledge. hlm. 13–. ISBN 978-0-415-15309-6. Diakses tanggal 9 Mei 2013.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]

Bibliografi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan