Sabtu, 03 Oktober 2026
19:11 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Parasitisme induk

Parasitisme induk

Bagikan:
250px-Eastern_Phoebe-nest-Brown-headed-Cowbird-egg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Parasitisme indukan, salah satu bentuk parasitisme.
250px-Reed_warbler_cuckoo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seekor Kangkok erasia sedang disuapi oleh Kerak basi.

Parasitisme induk adalah pola perilaku pada organisme tertentu yang memanfaatkan organisme lain (dari spesies sama atau berbeda) untuk membesarkan anaknya. Parasit indukan ini ditemukan pada burung, ikan, atau serangga, dengan cara mememanipulasi atau memanfaatkan inang, baik inang dari spesies yang sama maupun spesies yang berbeda. Hal ini meringankan beban organisme parasit tersebut dalam kewajiban membesarkan anak atau membuat sarang, sehingga mereka memiliki waktu lebih banyak untuk mencari makan, menghasilkan keturunan dan lainnya. Selain itu risiko kehilangan telur yang dicuri oleh binatang lain seperti musang bisa diminimalisir dengan meletakkan telur-telur mereka di berbagai sarang yang berbeda.[1]

Karena perilaku ini merugikan organisme inang, hal ini sering mengakibatkan perlombaan senjata evolusioner, antara parasit dan tuan rumah.[2][3]


Referensi

  1. ↑ David Attenborough (1998) [First published 1998]. The Life of Birds. New Jersey: Princeton University Press. hlm. 246. ISBN 0-691-01633-X.
  2. ↑ Payne, R. B. 1997. Avian brood parasitism. In D. H. Clayton and J. Moore (eds.), Host-parasite evolution: General principles and avian models, 338–369. Oxford University Press, Oxford.
  3. ↑ Rothstein, S.I, 1990. A model system for coevolution: avian brood parasitism. Annual Review of Ecology and Systematics 21: 481-508.

Pranala luar

  • Lowther, Peter E. (2005–2007). "Brood Parasitism". The Field Museum. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-26. Diakses tanggal 2007-01-09. Includes links to host lists for all known brood-parasitic bird species.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan