Jumat, 16 Oktober 2026
04:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Parasitisme induk

Parasitisme induk

Bagikan:
250px-Eastern_Phoebe-nest-Brown-headed-Cowbird-egg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Parasitisme indukan, salah satu bentuk parasitisme.
250px-Reed_warbler_cuckoo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seekor Kangkok erasia sedang disuapi oleh Kerak basi.

Parasitisme induk adalah pola perilaku pada organisme tertentu yang memanfaatkan organisme lain (dari spesies sama atau berbeda) untuk membesarkan anaknya. Parasit indukan ini ditemukan pada burung, ikan, atau serangga, dengan cara mememanipulasi atau memanfaatkan inang, baik inang dari spesies yang sama maupun spesies yang berbeda. Hal ini meringankan beban organisme parasit tersebut dalam kewajiban membesarkan anak atau membuat sarang, sehingga mereka memiliki waktu lebih banyak untuk mencari makan, menghasilkan keturunan dan lainnya. Selain itu risiko kehilangan telur yang dicuri oleh binatang lain seperti musang bisa diminimalisir dengan meletakkan telur-telur mereka di berbagai sarang yang berbeda.[1]

Karena perilaku ini merugikan organisme inang, hal ini sering mengakibatkan perlombaan senjata evolusioner, antara parasit dan tuan rumah.[2][3]


Referensi

  1. ↑ David Attenborough (1998) [First published 1998]. The Life of Birds. New Jersey: Princeton University Press. hlm. 246. ISBN 0-691-01633-X.
  2. ↑ Payne, R. B. 1997. Avian brood parasitism. In D. H. Clayton and J. Moore (eds.), Host-parasite evolution: General principles and avian models, 338–369. Oxford University Press, Oxford.
  3. ↑ Rothstein, S.I, 1990. A model system for coevolution: avian brood parasitism. Annual Review of Ecology and Systematics 21: 481-508.

Pranala luar

  • Lowther, Peter E. (2005–2007). "Brood Parasitism". The Field Museum. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-26. Diakses tanggal 2007-01-09. Includes links to host lists for all known brood-parasitic bird species.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan