Minggu, 27 September 2026
20:33 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Parakaryon myojinensis

Parakaryon myojinensis

Parakaryon myojinensis
(Meskipun mikroskopi 2D awal tampak menunjukkan empat, rekonstruksi 3D mengungkapkan bahwa yang "keempat" hanyalah penampang dari yang terbesar dari tiga endosimbion berbentuk spiral utama. Secara keseluruhan, sel inang menampung satu bakteri spiral besar dan dua bakteri berbentuk batang yang lebih kecil)
Gambar yang menunjukkan struktur sel unik dengan dinding sel, membran inti tunggal, dan 3 endosimbion (terlihat pada penampang), kombinasi yang tidak ditemukan baik pada prokariota maupun eukariota. Sel berukuran panjang 10 μm.
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Domain: ''incertae sedis''
Genus: Parakaryon
Yamaguchi et al. 2012[1]
Spesies:
P. myojinensis
Nama binomial
Parakaryon myojinensis
Yamaguchi et al. 2012[1]

Parakaryon myojinensis ("selain nukleus"), juga dikenal sebagai prokariota Myojin (setelah lokalitas penemuannya: bulu seekor cacing sisik yang dikumpulkan dari ventilasi hidrotermal di Myōjin Knoll,[2] Kepulauan Jepang tenggara), adalah sebuah spesies organisme bersel satu yang sangat tidak biasa, yang hanya diketahui dari satu spesimen yang dideskripsikan pada 2012. Organisme ini memiliki ciri baik prokariota dan eukariota, tetapi tampaknya berbeda dari kedua kelompok tersebut, membuatnya unik di antara spesimen-spesimen lain yang ditemukan sejauh ini.[1] Organisme ini merupakan satu-satunya anggota dari genus Parakaryon.

Struktur

Organisme ini memiliki ciri struktural yang dapat ditemukan pada eukariota, beberapa pada prokariota, dan bahkan beberapa yang tidak ditemukan di keduanya. Tabel dibawah menunjukkan detail mengenai struktur-struktur tersebut, dengan ciri yang sama diwarnai krem.[3][4]

Struktur Prokariota Eukariota Parakaryon myojinensis
Adanya inti sel Tidak Ya Ya
Jumlah lapisan membran inti sel- 2 1
Adanya pori nukleus- Ya Tidak
Lokasi ribosom Sitoplasma Sitoplasma Sitoplasma dan intranukleus
Adanya endosimbion Tidak Ya Ya
Adanya retikulum endoplasma Tidak Ya Tidak
Adanya badan golgi Tidak Ya Tidak
Adanya mitokondria Tidak Umumnya Tidak
Struktur kromosom Variabel Linear Berfilamen
Adanya sitoskeleton Ya Ya Tidak

Klasifikasi

Masih belum jelas apakah P. myojinensis dapat atau harus diklasifikasikan sebagai sebuah eukariota atau prokariota, yang merupakan dua kategori yang mencakup semua kehidupan bersel, kecuali virus, yang non-seluler dan umumnya dibedakan dengan kehidupan bersel, dan mengecualikan beberapa fosil yang memiliki bukti yang masih diperdebatkan mengenai kehidupan kuno (nanobakteri, nanoba). Organisme ini merupakan satu-satunya organisme yang memiliki posisi yang masih belum diketahui pada pohon kehidupan. Menambah kesulitan klasifikasi, hanya satu waktu organisme ini pernah ditemukan hingga saat ini, sehingga ilmuwan tidak bisa menelitinya lebih lanjut.[5]

Biolog evolusioner Inggris Nick Lane mengusulkan sebuah hipotesis pada 2015 pada bukunya, bahwa keberadaan organisme ini kemungkinan besar merupakan sebuah petunjuk penting mengenai asal-usul kehidupan di Bumi, mungkin sebagai sebuah contoh abiogenesis organisme sederhana dari molekul-molekul organik yang berlanjut hingga masa kini. Fakta bahwa P. myojinensis ditemukan didekat ventilasi hidrotermal, yang sudah diusulkan sebagai kemungkinan tempat reaksi primordial untuk leluhur terawal dari seluruh bentuk kehidupan, menambah kepercayaan untuk ide ini.[6]

Referensi

  1. 1 2 3 Yamaguchi M, Mori Y, Kozuka Y, Okada H, Uematsu K, Tame A, Furukawa H, Maruyama T, Worman CO, Yokoyama K (2012). "Prokaryote or eukaryote? A unique microorganism from the deep sea". J Electron Microsc (Tokyo). 61 (6): 423–431. doi:10.1093/jmicro/dfs062. PMID 23024290.
  2. ↑ Fumitoshi, Murakami (1997). "Fumitoshi MURAKAMI, The Forming Mechanism of the Submarine Caldera on Myojin Knoll in the Northern Part of the Izu-Ogasawara (Bonin) Arc". Journal of Geography (Chigaku Zasshi). 106 (1): 70–86. doi:10.5026/jgeography.106.70.
  3. ↑ Yamaguchi M, Mori Y, Kozuka Y, Okada H, Uematsu K, Tame A, Furukawa H, Maruyama T, Worman CO, Yokoyama K (2012). "Prokaryote or eukaryote? A unique microorganism from the deep sea". J Electron Microsc (Tokyo). 61 (6): 423–431. doi:10.1093/jmicro/dfs062. PMID 23024290.
  4. ↑ Evolution of complex life on Earth, take 2
  5. ↑ Yamaguchi M, Mori Y, Kozuka Y, Okada H, Uematsu K, Tame A, Furukawa H, Maruyama T, Worman CO, Yokoyama K (2012). "Prokaryote or eukaryote? A unique microorganism from the deep sea". J Electron Microsc (Tokyo). 61 (6): 423–431. doi:10.1093/jmicro/dfs062. PMID 23024290.
  6. ↑ Nick Lane (2015). "Epilogue: From the Deep". The Vital Question: Energy, Evolution, and the Origins of Complex Life. W.W.Norton and Company. hlm. 281–290. ISBN 978-0-393-08881-6.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan