Jumat, 02 Oktober 2026
23:48 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri

Paradoks kakek

paradoks kakek

Bagikan:

Paradoks kakek adalah sebuah paradoks perjalanan waktu di mana ketidakkonsistenan timbul saat mengubah masa lalu.[1] Namanya berasal dari deskripsi umum paradoks tersebut: seseorang pergi ke masa lalu dan membunuh kakeknya sendiri sebelum ayah atau ibunya ada.

Paradoks konsistensi atau paradoks kakek terjadi ketika masa lalu diubah dengan cara apa pun, sehingga menciptakan kontradiksi. Apabila seorang penjelajah waktu pernah kembali ke masa lalu dan membunuh kakek mereka pada masa kecilnya, itu akan mengakibatkan salah satu orang tua penjelajah waktu, dan ergo penjelajah waktu, tidak ada atau tidak dilahirkan. Bila penjelajah waktu tidak dilahirkan, maka tidak akan mungkin bagi mereka untuk membunuh kakek sejak awal. Oleh karena itu, kakek tetap hidup untuk keturunan orang tua penjelajah waktu, dan karena itu penjelajah waktu ada. Sehingga, tidak ada hasil yang dapat diprediksi untuk hal ini.[2] Paradoks konsistensi terjadi setiap kali mengubah masa lalu adalah suatu kemungkinan.[1]

Suatu resolusi yang mungkin dapat terjadi adalah bahwa seorang penjelajah waktu bisa melakukan apapun yang sudah terjadi, tetapi tidak bisa melakukan sesuatu yang tidak terjadi. Melakukan sesuatu yang tidak terjadi akan menghasilkan suatu kontradiksi.[2] [3]

Referensi

  1. 1 2 Francisco Lobo (2002). "Time, Closed Timelike Curves and Causality" (PDF). hlm. 2. Diakses tanggal November 2, 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2
  3. ↑ "Carl Sagan Ponders Time Travel". NOVA. PBS. Desember 10, 1999. Diakses tanggal 2016-05-21.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan