Sabtu, 17 Oktober 2026
22:55 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Macan tutul sri lanka

Macan tutul sri lanka

Bagikan:
Macan tutul sri lanka
250px-Sri_Lankan_leopard_%28Panthera_pardus_kotiya%29_female_5.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Macan tutul sri lanka di Taman Nasional Yala
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Carnivora
Subordo: Feliformia
Famili: Felidae
Subfamili: Pantherinae
Genus: Panthera
Spesies:
Subspesies:
P. p. kotiya
Nama trinomial
Panthera pardus kotiya

Macan tutul Sri Lanka (Panthera pardus kotiya) adalah sebuah subspesies macan tutul yang berasal dari Sri Lanka. Subspesies ini pertamakali dideskripsikan pada 1956 oleh zoolog Sri Lanka Paules Edward Pieris Deraniyagala.[2]

Sejak 2020, macan tutul sri lanka dinilai sebagai spesies rentan pada Daftar Merah IUCN, karena populasinya diperkirakan berjumlah kurang dari 800 ekor macan dewasa, dan barangkali sedang menurun.

Sebaran dan habitat

Macan tutul sri lanka masih ditemukan di semua habitat di seluruh pulau, baik di kawasan yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi.[3] Jenis-jenis habitat ini dapat dikelompokkan secara luas menjadi:[4]

  • Zona arid dengan curah hujan <1.000 mm (39 in)
  • Zona kering dengan curah hujan 1.000–2.000 mm (39–79 in)
  • Zona basah dengan curah hujan >2.000 mm (79 in)

Pada perbukitan tengah Sri Lanka, macan tutul teha diamati di hutan, tempat pengolahan teh, lahan rumput, halaman rumah, serta perkembunan pinus dan eukaliptus.[5]

Referensi

  1. ↑ Kittle, A.M. & Watson, A. (2020). "Panthera pardus ssp.kotiya". IUCN Red List of Threatened Species. 2020 e.T15959A50660847.{{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ Deraniyagala, P. E. P. (1956). "The Ceylon leopard, a distinct subspecies". Spolia Zeylanica. 28: 115–116.
  3. ↑ Kittle, A.M.; Watson, A.; Cushman, S.A.; Macdonald, D.W. (2018). "Forest cover and level of protection influence the island-wide distribution of an apex carnivore and umbrella species, the Sri Lankan leopard (Panthera pardus kotiya)". Biodiversity & Conservation. 27 (1): 235–263. Bibcode:2018BiCon..27..235K. doi:10.1007/s10531-017-1431-8. S2CID 22699049.
  4. ↑ Phillips, W. W. A. (1984). Manual of the mammals of Sri Lanka. Vol. Part III (Edisi Second revised). Colombo: Wildlife and Nature Protection Society of Sri Lanka.
  5. ↑ Kittle, A. M.; Watson, A. C.; Chanaka Kumara, P. H.; Nimalka Sanjeewani, H. K. (2014). "Status and distribution of the leopard in the central hills of Sri Lanka". Cat News. 56: 28−31.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan