Rabu, 04 November 2026
09:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Panspermia informasi

Bagikan:

Panspermia informasi adalah konsep bentuk kehidupan yang tersebar melintasi alam semesta melalui transmisi informasi terkompresi yang mewakili bentuk kehidupan tersebut, misalnya melalui pengkodean genom. Informasi berisi struktur dan unsur kehidupan yang terkompresi tersebut kemudian dapat memulihkan kehidupan berakal.

Konsep ini pertama kali dikemukakan oleh Vahe Gurzadyan, Fisikawan matematis Armenia[1] yang kemudian diatribusikan oleh Stephen Webb sebagai Solusi 23 paradoks Fermi, Webb menyatakan sebagai berikut:[2]

"Fisikawan matematis Armenia Vahe Gurzadyan telah mengajukan hipotesis yang menarik: kita mungkin menghuni galaksi 'yang penuh dengan aliran kehidupan yang terus berpindah'—dalam untaian bit yang dipancarkan ke seluruh alam semesta."

Kompleksitas Kolmogorov didefinisikan sebagai panjang program komputer yang memungkinkan pemulihan lengkap suatu objek. Gurzadyan menunjukkan bahwa kompleksitas genom manusia relatif rendah karena adanya bagian yang tidak acak dalam urutan genom. Selain itu, ia menyatakan bahwa karena informasi genom pada kehidupan terestrial, mulai dari bakteri hingga manusia, mengandung bagian-bagian umum yang esensial, seluruh informasi kehidupan terestrial dapat dikompresi dan ditransmisikan, menurut perkiraanya hingga jarak antar galaksi, melalui antena tipe Arecibo. Jaringan automata Von Neumann atau beberapa mekanisme dapat melakukan penguraian paket informasi tersebut. Dalam konsep ini, seseorang bahkan dapat berasumsi bahwa kehidupan terestrial itu sendiri mungkin merupakan hasil dari paket informasi semacam ini.

Pansepermia informasi telah dibahas oleh Gurzadyan dan Roger Penrose[3] dalam skema Kosmologi Siklik Konformal, yaitu kemungkinan transmisi informasi dari masa pra-Big Bang ke era saat ini melalui radiasi latar belakang gelombang mikro kosmik.[4][5]

Referensi

  1. ↑ Gurzadyan, V.G. (2005). "Kolmogorov Complexity, String Information, Panspermia and the Fermi Paradox". Observatory. 125: 352–355. arXiv:physics/0508010. Bibcode:2005Obs...125..352G.
  2. ↑ Webb, S. (2015). If the Universe Is Teeming with Aliens... Where Is Everybody?. New York: Springer.
  3. ↑ Gurzadyan, V.G.; Penrose, R. (2016). "CCC and the Fermi paradox". European Physical Journal Plus. 131: 11. arXiv:1512.00554. Bibcode:2016EPJP..131...11G. doi:10.1140/epjp/i2016-16011-1. S2CID 73537479.
  4. ↑ Penrose, R. (2010). "Cycles of Time: An Extraordinary New View of the Universe". Bodley Head, London.
  5. ↑ Gurzadyan, V.G.; Penrose, R. (2013). "On CCC-predicted concentric low-variance circles in the CMB sky". European Physical Journal Plus. 128 (2): 22. arXiv:1302.5162. Bibcode:2013EPJP..128...22G. doi:10.1140/epjp/i2013-13022-4. S2CID 55249027.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan