Kamis, 24 September 2026
03:24 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Pannage

Pannage

250px-Pannage.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Beberapa pria memecah kacang ek untuk diberikan kepada babi. Lukisan dari abad ke 14.
250px-Pannage_in_the_New_Forest.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pannage di zaman modern di New Forest

Pannage adalah praktik pelepasan hewan ternak babi ke hutan supaya babi-babi tersebut memakan kacang pohon yang jatuh ke tanah. Dalam sejarah, pannage adalah sebuah hak yang diberikan kepada rakyat biasa yang menghuni lahan di sekitar hutan kerajaan atau lahan bersama (common land).[1]

Praktik ini masih dilakukan di timur Inggris sebagai sebuah pemanfaatan ekonomi sebuah hutan. Dalam pelaksanaannya pada masa lalu, para peternak memberikan seekor babi sebagai bayaran kepada pemilik hutan.[1][2]

Pannage saat ini tidak banyak dilakukan selain di New Forest. Pannage masih menjadi bagian yang penting dalam keseimbangan ekologi hutan. Kacang ek bersifat racun bagi kuda dan sapi jika dimakan berlebihan, tetapi babi mampu memakan kacang ek sebanyak mungkin tanpa mengalami gangguan pencernaan. Jangka waktu minimum musim pannage di New Forest adalah 60 hari, tetapi tanggal pelaksanaannya dapat bervariasi tergantung pada cuaca dan musim berbuah pohon ek.[3]

Referensi

  1. 1 2 H. R. Loyn, Anglo-Saxon England and the Norman Conquest, 2nd ed. 1991:369.
  2. Hasted, Edward (1798). "Parishes". The History and Topographical Survey of the County of Kent. 6. Institute of Historical Research: 401–413. Diakses tanggal 6 Maret 2014.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Cooper, Graham. "The New Forest today: Common Rights". The New Forest. www.newforest.hampshire.org.uk. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-10-13. Diakses tanggal 2010-07-26.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan