Rabu, 14 Oktober 2026
17:53 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus

Pangeran Perbatasari

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Pangeran Perbatasari" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Juli 2024)
Pangeran Perbatasari/Muhammad Tarip
Mangkubumi Pagustian Banjar
Pangeran Mangkubumi XVII
Berkuasa1875-1885
Penobatan1875
PendahuluPanembahan Muda Muhammad Said
PenerusPangeran Muhammad Arsyad bin Panembahan Muda Muhammad Said dengan Putri Bulan binti Pangeran Kasir (Raja Batu Licin)
Wali Sultan Pagustian Banjar XVII
Berkuasa1875-1885
Penobatan1875
LahirDistrik Martapura, Kesultanan Banjar
Meninggal1904
Kampung Jawa, Tondano Utara, Minahasa
Pemakaman
AyahPanembahan Muda Muhammad Said
IbuPutri Bulan binti Pangeran Kassir
Pasangan
1. Gusti Dijah binti Sultan Muhammad Seman Dengan Nyai Banun

2. Gusti Sarehat
(sepupu Gusti Acil bin Gusti Jinu Pangeran Purga) 3. Rasni Mas Hanafie binti Mas Hanafie - pengikut Kiai Madja Muslim Mochammad Khalifah bin Iman Abdul Ngarip.Pangeran Diponegoro adalah saudara sepupu Kiai Madja

Keturunan
Pernikahan dengan Gusti Hadidjah :
  • ~ ♂ Antung Kuwing
    Gusti Iskandar
  • ~ ♀ Antung Pracang
    Gusti Halimah
    (diper-isteri Gusti Samat)
Pernikahan dengan Gusti Sarehat  :
  • ~ ♀ Putri Lantih
    (diper-isteri Gusti Mail)
  • ~ ♂ Antung Durrahman
    Gusti Abdurrahman
Pernikahan dengan Rasni Mas Hanafie  :
  • ~ ♂ Gusti Musa
Pernikahan dengan Nyai  :
  • ~ .....
Nama lengkap
Pangeran Perbatasari/Muhammad Tarip
Nama takhta
Pangeran Mangkubumi Perbatasari
WangsaDinasti Pagustian Banjar
AgamaIslam Sunni

Gusti Kacil atau Gusti Muhammad Tarip (Syarif) bergelar Pangeran Perbatasari adalah mangkubumi Kesultanan Banjar (Pagustian) dan sekaligus seorang pejuang perang Banjar. Kampanye Pangeran Perbatasari berlangsung antara tahun 1882-1885.[1]

Perang Banjar (1859-1905), yang melibatkan Pangeran Antasari, meletus saat Kesultanan Kutai di bawah pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Dalam rangka menggalang dukungan raja-raja di pesisir timur Pulau Kalimantan, pihak Banjar mengerahkan Pangeran Perbatasari. Pangeran Perbatasari adalah menantu dari Sultan Muhammad Seman bin Pangeran Antasari. Kerajaan Pasir dan Kerajaan Kutai pun berusaha dia datangi. Namun, Perbatasari rupanya gagal mendapat dukungan Kerajaan Pasir. "Pertemuan antara Perbatasari dan Sultan Pasir tidak sempat terjadi karena Sultan segera kembali ke ibu kotanya. Besar kemungkinan alasannya karena Sultan Pasir ketika itu tidak ingin terlibat dalam perlawanan terhadap pemerintah Belanda,” tulis Helius Sjamsuddin dalam Pegustian dan Temenggung: Akar Sosial, Politik, Etnis, dan Dinasti perlawanan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, 1859-1906 (2001:328).

Setelah gagal mendapat dukungan dari Sultan Pasir (Aji Tiga), Perbatasari dan pengikutnya menuju Kutai untuk meminta dukungan Sultan Kutai. Namun Sultan Kutai, Sultan Aji Muhammad Sulaiman malah menyerahkannya kepada pihak Belanda. "Bagaimanapun Perbatasari dan orang-orangnya dengan mudah tetapi 'secara khianat' ditangkap atas perintah Sultan Kutai dan kemudian mereka diserahkan kepada Asisten Residen Tromp,” tulis Helius Sjamsuddin.

Penangkapan Pangeran Perbatasari April 1885

Perbatasari, menurut catatan Kembuan, "bersama 84 pengikutnya menuju Kutai untuk membujuk Sultan Kutai memberikan bantuan dalam perlawanan Muhamad Seman terhadap Belanda. Namun, ternyata bukan bantuan yang diperoleh, justru Sultan Kutai melaporkan kejadian itu kepada S.W. Tromp, asisten residen untuk Kutai dan pantai Timur Kalimantan, pada 30 Maret 1885."

Atas petunjuk Residen Broers, Tromp diperintahkan menemui Sultan Kutai (Aji Muhammad Sulaiman) pada 22 April 1885 untuk meminta Perbatasari diserahkan kepada pemerintah Belanda. Pangeran Perbatasari pun ditangkap.

Ia ditangkap bulan April 1885, kemudian dikirim ke Banjarmasin, lalu dibawa ke Manado dan ditahan di kampung Tikala Ares kemudian dia menjadi orang buangan di Kampung Jawa Tondano bersama 18 orang pengikutnya. Roger Allan Christian Kembuan dalam tesisnya Bahagia di Pengasingan: Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Buangan di Kampung Jawa Tondano 1830-1908 (2016:92) menyebut: “Surat keputusan mengenai pengasingan Perbatasari ke Tondano ditandatangani oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda, Otto van Rees melalui Besluit Gubernur Jenderal 11 Oktober 1855 No. 1/C147.“

Di Kampung Jawa Tondano, dia kemudian kawin dengan keturunan pengikut Kyai Mojo bernama Rasni Mas Hanafie dan hidup dengan tunjangan 50 gulden. Satu orang saudara laki-lakinya (Gusti Amir) kemudian menyusul ke Kampung Jawa Tondano dan menikah dengan wanita JATON (fam.Sataruno).

Pustaka

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan