Rabu, 14 Oktober 2026
06:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Pangeran Dipati

Bagikan:

"Maka sumalah Sultan Suryanullah itu, bertinggal anak laki-laki dua orang itu. Yang tua menjadi raja bernama Sultan Rahmatullah, yang muda menjadi Dipati bernama Pangeran Anom. Ia itu disebut orang Pangeran di Hangsana karena dalam paseban itu ada kayu hangsana".

— Hikayat Banjar.[1]

Raden Dipati atau Pangeran Dipati merupakan gelar berganda yaitu seorang Raden atau Pangeran yang menjabat sebagai Dipati atau Perdipati ("wakil" Putra Mahkota). Pangeran yang menyandang gelar ini biasanya Pangeran ke-2 atau adik Putra Mahkota (adik dari Sultan). Gelar Pangeran Dipati ini sering dipakai di pulau Kalimantan, pulau Jawa, dan lain-lain. Perkembangan selanjutnya gelar adik Putera Mahkota ini disebut Pangeran Dipati Anom (Anum= muda), karena Putra Mahkota juga disebut Pangeran Dipati Tuha (Tua).[2]

Pangeran yang menyandang gelar Pangeran Dipati:

  • Pangeran Anom bergelar Pangeran di Hangsana (Dahangsana), Pangeran ke-2 atau putera kedua dari Sultan Suryanullah atau adik Sultan Rahmatullah, raja Banjar.[3]
  • Pangeran Demang, Pangeran ke-2 atau putera kedua dari Sultan Rahmatullah; adik Sultan Hidayatullah, raja Banjar; ayahanda Putri Juluk I, Raden Gulu dan Raden Warjo.[1][4][5][6][7][8][9][10][11]

Catatan kaki

  1. 1 2 Ras, Johannes Jacobus (1990). Hikayat Banjar (dalam bahasa Melayu). Diterjemahkan oleh Siti Hawa Salleh. Lot 1037, Mukim Perindustrian PKNS - Ampang/Hulu Kelang - Selangor Darul Ehsan, Malaysia: Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka. ISBN 9789836212405.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi (link) ISBN 983-62-1240-X
  2. ↑ Lajoubert, Monique Zaini (2008). Karya lengkap Abdullah bin Muhammad al-Misri: Bayan al Asma'. Indonesia. hlm. 35.{{cite book}}: |author= and |last= ditentukan lebih dari satu kaliPemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) ISBN
  3. ↑ Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, Lembaga Kebudajaan Indonesia (1857). "Tijdschrift voor Indische taal-, land-, en volkenkunde" (dalam bahasa Belanda). 23. Lange & Co.: 240.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  4. ↑ Ras, Johannes Jacobus (1968). Hikajat Bandjar [Malayisch u. engl.] A study in Malay historiography by J[ohannes] J[acobus] Ras. [Illustr.] - The Hague: Nijhoff 1968. XIII, 651 S. 8°, Volume 1 dari Bibliotheca Indonesica, ISSN 0067-8023, Proefschrift ter verkrijging van de graad van doctor in de letteren aan de Rijksuniversiteit te Leiden (dalam bahasa Inggris). Vol. 1. Bibliotheca Indonesica, Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (Netherlands), Martinus Nijhoff. ISSN 0067-8023.
  5. ↑ https://www.scribd.com/doc/190123982/Hikayat-Banjar
  6. ↑ Rosyadi, Sri Mintosih, Soeloso, Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara (Indonesia) (1993). Hikayat Banjar dan Kotaringin. Indonesia: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara. hlm. 139.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  7. ↑ Ras, Johannes Jacobus (1968). Johannes Jacobus Ras (ed.). Hikajat Bandjar: A Study in Malay Historiography (dalam bahasa Inggris). Martinus Nijhoff.
  8. ↑ Ras, Johannes Jacobus (1968). Bibliotheca Indonesica (dalam bahasa Inggris). Vol. 1. Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde. ISSN 0067-8023.
  9. ↑ Rogayah A. Hamid, Etty Zalita Zakaria. Inti sari karya klasik (dalam bahasa Melayu). Vol. 1. Malaysia: Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka, Kementerian Pendidikan Malaysia. ISBN 9836295062. ISBN 9789836295064
  10. ↑ Majod, Ali (2004). Hikayat Banjar, Siri karya sastera klasik untuk remaja (dalam bahasa Melayu). Malaysia: Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka, Kementerian Pendidikan Malaysia. ISBN 9836280146. ISBN 9789836280145
  11. ↑ "Museum Negeri Lambung Mangkurat". Hikayat Banjar Volume 1 dari Seri penerbitan Museum Negeri Lambung Mangkurat. Indonesia: Museum Negeri Lambung Mangkurat. 1981.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan