Minggu, 18 Oktober 2026
17:48 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Pangeran Birabongse Bhanudej dari Siam

Pangeran Birabongse Bhanudej dari Siam

Bagikan:
Birabongse Bhanudej
250px-Air_cadets_learn_the_basics_of_flight_at_RNAS_St_Merryn_in_Cornwall%2C_February_1944._A22064-croponBirabongse_Bhanudej.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Birabongse in 1944
Lahir(1914-07-15)15 Juli 1914
Bangkok, Siam
Meninggal23 Desember 1985(1985-12-23) (umur 71)
Stasiun Barons Court, London, Inggris
AyahBhanurangsi Savangwongse, Pangeran Bhanubandhuwongse Voradej
IbuLek Yongchaiyudh
PasanganCeril Heycock (1st) (1938–1949)
Chelita Howard (1951–1956)
Salika Kalantananda (1957)
Arunee Chuladakoson (1959–1964)
Chuanchom Chaiyananda (1967–1980)
Ceril Heycock (2nd) (1983–1985)
KeturunanBiradej Bhanubandh
Rabibara Bhanubandh
Biranubongse Bhanubandh
Nama lengkap
 – His Serene Highness Prince (Mom Chao)
    Birabongse Bhanudej Bhanubandh
    (15 July 1914 – 8 November 1927)
 – His Highness Prince Birabongse Bhanudej
    (8 November 1927 – 23 December 1985)
WangsaBhanubandhu
DinastiChakri
Karier Kejuaraan Dunia Formula Satu
KebangsaanThailand Thailand
Tahun aktif1950–1954
TimEnrico Platé, Gordini, Connaught, Maserati, Scuderia Milano
Jumlah lomba19
Juara Dunia0
Menang0
Podium0
Total poin8
Posisi pole0
Lap tercepat0
Lomba pertamaGrand Prix Inggris 1950
Lomba terakhirGrand Prix Spanyol 1954
Catatan lomba Le Mans 24 Jam
Tahun1939, 1954
TimRaymond Sommer
Aston Martin
Hasil terbaikDNF (1939, 1954)
Menang kelas0

Pangeran Birabongse Bhanudej Bhanubandh (bahasa Thai:พีรพงศ์ภาณุเดช; RTGS: Phiraphong Phanudet; 15 Juli 1914 – 23 Desember 1985), atau lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Bira dari Siam adalah anggota keluarga kerajaan Thailand yang juga berprofesi sebagai pembalap profesional, pelaut, dan pilot.[1]

Pangeran Bira sempat membalap di ajang Formula Satu untuk tim Maserati, Gordini, dan Connaught. Ia sempat memegang catatan sebagai pembalap F1 pertama dari kawasan Asia Tenggara sampai kedatangan Alex Yoong dari Malaysia di musim 2001. Selain itu, ia juga berkompetisi dalam cabang olahraga berlayar di empat Olimpiade Musim Panas dan terbang dari London ke Bangkok dengan pesawat bermesin ganda Miles Gemini pada tahun 1952.

Pangeran Bira meninggal di stasiun Barons Court di London pada tanggal 23 Desember 1985. Ia pingsan dan meninggal karena menderita serangan jantung, tetapi karena ia tidak membawa kartu identitas, tubuhnya awalnya tidak dapat diidentifikasi. Sebuah catatan tulisan tangan ditemukan di sakunya oleh Kepolisian London Raya dan dikirim untuk dianalisis di Universitas London yang kemudian menjadi awal titik terang bahwa ia adalah Pangeran Bira. Sesaat setelah teridentifikasi, Kedutaan Besar Thailand diberitahu terkait jenazah Pangeran Bira. Sebuah upacara pemakaman Thailand diadakan di Wat Buddhapadipa di Wimbledon dan ia kemudian dikremasi menurut tradisi dan adat istiadat Thailand dan agama Budha.

Referensi

  1. ↑ "The Prince And I: The story of the last Thai F1 driver". 27 November 2018. Diakses tanggal 29 November 2018 – via www.bbc.co.uk.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan