| Panax notoginseng | |
|---|---|
| Ilustrasi botani | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Asteridae |
| Ordo: | Apiales |
| Famili: | Araliaceae |
| Genus: | Panax |
| Spesies: | P. notoginseng |
| Nama binomial | |
| Panax notoginseng (Burkill) F.H.Chen[1] | |

Panax notoginseng merupakan spesies tumbuhan dari genus Panax, yang dalam bahasa Inggris lazim disebut sebagai ginseng Cina[2] atau notoginseng. Dalam bahasa Mandarin, tumbuhan ini disebut tiánqī (田七), ginseng tienchi, sānqī (三七) atau sanchi, "akar tiga-tujuh" (three-seven root), serta "tumbuhan pegunungan". P. notoginseng termasuk dalam genus ilmiah yang sama dengan Panax ginseng. Dalam bahasa Latin, kata panax berarti "penyembuh segala penyakit" (cure-all), dan kelompok tumbuhan ginseng merupakan salah satu jenis tumbuhan herbal yang paling dikenal luas.
Panax notoginseng tumbuh secara alami di Cina. Tumbuhan herbal ini bersifat tahunan, memiliki daun berwarna hijau tua yang bercabang dari batang, dengan sekumpulan buah beri berwarna merah di bagian tengahnya. Tumbuhan ini dibudidayakan sekaligus dikumpulkan dari hutan liar; tumbuhan yang tumbuh liar dianggap sebagai yang paling berharga. Masyarakat Cina menyebutnya sebagai "akar tiga-tujuh" karena tumbuhan ini memiliki tiga tangkai daun, yang masing-masing terdiri dari tujuh anak daun. Konon, akarnya sebaiknya dipanen antara tiga hingga tujuh tahun setelah penanaman.
Pengobatan Cina
Dalam pengobatan tradisional Cina, P. notoginseng diklasifikasikan sebagai tumbuhan yang bersifat hangat. Rasanya manis dengan sedikit sentuhan pahit. Dosis umum yang digunakan adalah 5–10 gram dalam bentuk dekoksi. Tumbuhan ini juga dapat digiling menjadi bubuk untuk dikonsumsi langsung atau dicampur dengan air; untuk cara ini, dosis yang biasanya digunakan adalah 1–3 gram.[3]
Komponen kimia
P. notoginseng mengandung ginsenosida tipe dammarana sebagai komponen utamanya. Ginsenosida tipe dammarana terbagi menjadi dua klasifikasi: klasifikasi 20(S)-protopanaksadiol (PPD) dan 20(S)-protopanaksatriol (PPT). P. notoginseng mengandung kadar ginsenosida Rb1 dan Rd (klasifikasi PPD) serta Rg1 (klasifikasi PPT) yang tinggi. Dalam sebuah penelitian, kandungan Rb1, Rd, dan Rg1 pada P. notoginseng ditemukan lebih tinggi dibandingkan dengan yang terdapat pada P. ginseng maupun P. quinquefolius.[4]
Lihat juga
Referensi
- ↑ "Panax notoginseng (Burkill) F.H.Chen". Plants of the World Online. Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses tanggal 10 Januari 2020.
- ↑ "2016-nyeon insam tonggye-jaryo-jip" [Source book of ginseng statistics 2016 (in Korean)]. Ministry of Agriculture, Food and Rural Affairs (dalam bahasa Korea). Mei 2017. hlm. 2–4. Diakses tanggal 24 Februari 2018.
- "K2WebWizard" 정책분야별 자료. 농림축산식품부. 7 Juni 2017.
- ↑ Dan Bensky; Steven Clavey; Erich Stoger & Andrew Gamble (2004). Chinese Herbal Medicine: Materia Medica (Edisi Third).
- ↑ Shu Zhu; et al. (2004). "Comparative study on triterpene saponins of ginseng drugs". Planta Medica. 70 (7): 666–677. Bibcode:2004PlMed..70..666Z. doi:10.1055/s-2004-827192. PMID 15303259. S2CID 260251856.
| Panax notoginseng |
|
|---|---|
| Aralia quinquefolia var. notoginseng | |