Jumat, 09 Oktober 2026
23:55 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Panaturan

Panaturan

Kitab Suci Agama Kaharingan

Bagikan:
Panaturan 1992
Panaturan 1992

Panaturan adalah kitab suci agama Kaharingan.[1] Kitab ini ditulis dalam bahasa Sangiang dengan huruf latin. Panaturan diterbitkan oleh Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan yang berpusat di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia.

Sejarah

Kitab Suci Panaturan berasal dari bahasa Sangiang yaitu "Naturan" yang artinya menuturkan atau menyilsilahkan tentang penciptaan dan fungsinya bagi manusia. Panaturan diyakini sebagai wahyu dari Ranying Hatala Langit (Tuhan yang Maha Esa) yang diyakini oleh seluruh umat Kaharingan.[2] Pada zaman sebelum agama lain masuk ke Kalimantan, ajaran Kaharingan di tuturkan secara lisan ke seluruh umat Kaharingan di Kalimantan. Pada tahun 1971, disusunlah sebuah buku pedoman yang akan dijadikan kitab suci dengan nama Panaturan. Panaturan disusun berdasarkan firman Tuhan, bukti-bukti peninggalan Kaharingan, ritual-ritual keagamaan Kaharingan, serta mantra-mantra suci leluhur dalam bahasa Sangiang supaya agama Kaharingan mampu bertahan ditengah penyebaran agama luar. Panaturan diterbitkan pertama kali pada tahun 1973 dan direvisi pada tahun-tahun berikutnya.[3]

Kisah

Bagian awal kitab ini menegaskan bahwa nama Tuhan adalah Ranying Hatala. Dia adalah awal dan akhir segala sesuatu. Bagian lain mengisahkan tentang karya penciptaan, asal mula ketidakabadian manusia, asal mula nenek moyang manusia, dan panduan-panduan upacara.

Perkembangan

Seiring perkembangan teknologi, Panaturan dan sumber-sumber ajaran agama Kaharingan kini mulai didigitalisasi.[4] Panaturan dan kandayu kini tidak hanya dicetak dalam bentuk buku, tetapi juga tersedia dalam bentuk aplikasi ponsel.

Rujukan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan